Minggu, 31 Agustus 2025

Tahun Baru 2020

Perayaan Tahun Baru Bawa Berkah bagi Penjual Terompet di Blitar, Sehari Bisa Jual 200-300 Biji

Perayaan tahun baru identik diisi dengan kembang api dan terompet untuk menambah kemeriahannya. Penjual terompet di Blitar mengaku mendapat keuntungan

Penulis: Nuryanti
Youtube Kompas TV
Penjual Terompet di Blitar (Tangkap Layar YouTube Kompas TV) 

TRIBUNNEWS.COM - Perayaan tahun baru biasanya identik dengan kembang api dan terompet untuk menambah kemeriahan malam pergantian tahun.

Penjual kembang api dan terompet musiman pun banyak yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan.

Perayaan tahun baru ini pun menjadi momen pembawa berkah tersendiri bagi para penjual terompet dan kembang api.

Satu di antaranya penjual terompet di Blitar, Jawa Timur, bernama Rummy, yang mengaku mendapat keuntungan berlipat menjelang momen pergantian tahun baru.

Rummy menjajakan dagangannya di Jalan Merdeka, Kota Blitar, menjelang perayaan tahun baru 2020, nanti.

Ada berbagai jenis dan ukuran terompet, dipajang di pinggir jalan untuk menarik minat pembeli.

Rummy penjual terompet di Blitar
Rummy penjual terompet di Blitar (Tangkap Layar YouTube Kompas TV)

Rummy mengaku menjual sebanyak 200 sampai 300 biji terompet setiap harinya.

"Tidak tentu, kadang 200, 300," ujar Rummy, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (31/12/2019).

Mulai dari terompet plastik hingga yang berbentuk naga, semua disediakan oleh Rummy.

Menurut penjual terompet ini, harga jual terompet yang ia jual bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung jenis dan ukuran.

"Ada yang 15 ribu, ada yang 30 ribu, 25 ribu," jelas Rummy.

Perbedaan harga tersebut, menurutnya karena terompet yang dijual selain buatan sendiri juga beli dari pabrik.

"Kalau plastik dari pabrik, jadi mahal, kalau bikin sendiri, harga miring," ungkap Rummy.

Berbeda dengan terompet yang dijual di daerah lainnya, warga banyumas Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memilih membuat terompet dari janur (daun kelapa muda) yang digulung hingga membentuk terompet.

Untuk menghasilkan suara, warga Banyumas ini menggunakan sedotan plastik.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan