Sewa Kamar Kos Lalu Dikontrakkan Per Jam, Remaja Ini Ditangkap Karena Kamarnya Dipakai Untuk Asusila

Setelah dimintai keterangan, Zaky (19), diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Sewa Kamar Kos Lalu Dikontrakkan Per Jam, Remaja Ini Ditangkap Karena Kamarnya Dipakai Untuk Asusila
David Yohanes/Surya
Seorang terduga penyedia kamar kos yang disewakan per jam, dan pasangan penyewa dibawa ke Polres Tulungagung 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupeten Tulungagung menggerebek sebuah rumah kos di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Rabu (15/1/2020) pagi.

Hasilnya, ada empat pasangan bukan suami istri yang ditemukan di dalam kamar.

Tiga di antaranya adalah pelajar SMA dan SMK yang ada di Tulungagung.

Seorang penyedia kamar kos yang disewakan per jam juga dipanggil.

Setelah dimintai keterangan, Zaky (19), diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Sepasang kekasih yang menyewa kamarnya, Satria (21) dan Dumrotun (21) juga dibawa ke Polres Tulungagung, untuk dimintai keterangan.

Baca: Mengenal Wahyu Purwanto, Ipar Jokowi yang Akan Mencalonkan di Pilkada 2020

Baca: Diduga karena Istrinya Kalah Pilkades, Oknum Anggota DPRD Tulungagung Cabut Tiang Listrik

Baca: Berawal dari Kecurigaan Warga, Aksi Bejat Pria di Tulungagung Hamili Anak Tiri Terungkap

Zaky mengaku, awalnya dihubungi Dumrotun yang akan menyewa kamarnya.

"Dia WA saya mau sewa kamar saya. Sebelumnya kami belum pernah ketemu," ucap warga Sumbergempol ini.

Menurut Zaky, seorang temannya yang mempromosikan kamarnya.

Dumrotun yang tengah butuh kamar kemudian menghubungi temannya itu.

"Nomor saya kemudian diberikan ke dia (Dumrotun), terus saya dihubungi," tuturnya.

Sebelumnya Satpol PP memanggil tiga pemilik kamar kos yang dipakai pasangan bukan suami istri ini.

Namun dari hasil pemeriksaan, dua di antaranya tidak menyewakan kamar kos.

Mereka meminjamkan kamar kos kepada temannya, tanpa memungut biaya.

"Jadi yang dua ini punya kamar kos, terus dipinjam sama temannya sendiri. Mereka tidak menyewakan," terang Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra alias Genot.

Tiga pasangan lain yang kedapatan di kamar kos adalah Ncl (16) dan Sln (16), Ilh (19) dan Lin (18) serta Dea (18) dan Don (19).

Kepala UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih mengatakan, sudah lama menyelidiki modus penyedia kamar kos per jam.

Karena itu pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP, untuk mendalami pengakuan terduga penyedia kamar kos murah meriah ini.

"Jadi ini masih terduga, karena itu kami akan dalami pengakuannya," ujar Retno.

Lanjut Retno, pihaknya juga akan mempelajari, apakah ada pasal yang dilanggar oleh Zaky.

Zaky adalah seorang penyewa kamar kos, yang kemudian disewakan ulang dengan sistem per jam atau per hari.

Karena itu pihaknya juga akan memanggil pemilik rumah kos, yang kamarnya disewa oleh Zaky.

Diduga pasangan ini menyewa kamar kos per jam yang marak ditawarkan di Tulungagung.

Tarif satu jam sebesar Rp 15.000, atau Rp 100.000 per hari.

Kamar kos murah meriah ini ditawarkan dengan sistem tertutup, utamanya lewat grup Facebook.

Pemilik kamar dan penyewa bertemu di suatu tempat untuk menyelesaikan pembayaran.

Penyewa kemudian diberi tahu letak kamar yang disewakan, yang sengaja ditinggal tanpa dikunci.

Kamar kos dengan sistem sewa per jam ini banyak dipakai untuk berbuat mesum pasangan bukan suami istri, termasuk kalangan pelajar.

Pemilik kamar kos biasa menambahkan fasilitas tisu dan pengaman, sebutan lain untuk kondom. (David Yohanes)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Begini Nasib Penyedia Kamar Kos yang Dipakai Mesum Pasangan Pelajar di Tulungagung

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved