Zikria Dzatil Ajukan Penangguhan Penahanan, KasusnyaTetap Berlanjut Meskipun Sudah Dimaafkan Risma

Proses hukum terhadap wanita asal Bogor, Zikria Dzatil (43), tetap berlanjut meskipun Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sudah memaafkan perbuatannya

Zikria Dzatil Ajukan Penangguhan Penahanan, KasusnyaTetap Berlanjut Meskipun Sudah Dimaafkan Risma
Kolase/Tribun Jatim/Kompas.com
Zikria Dzatil (kiri), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses hukum terhadap wanita asal Bogor, Jawa Barat, Zikria Dzatil (43), tetap berlanjut meskipun Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sudah memaafkan perbuatannya.

Zikria Dzatil diketahui ditangkap unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya karena melakukan penghinaan terhadap Tri Rismaharini di Facebook.

Zikria Dzatil mengirimkan surat permohonan maaf kepada Wali Kota Surabaya.

Baca: Formula E Dilarang Digelar di Monas: Jakpro Cari Alternatif Lain dan Alasan Kemensetneg

Surat tersebut dikirim melalui Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho dan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran.

Surat tersebut kemudian diberikan kepada Risma dalam pertemuan tertutup di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (5/2/2020).

"Memang benar terlapor yakni ZKR (43) ibu tiga anak ini menitipkan surat. Ada dua surat berisi permintaan maaf ke Ibu Risma dan warga Surabaya," kata Sudamiran, Rabu (5/2/2020) dikutip dari Tribunjatim.com.

Baca: Update CPNS: Besok Hari Terakhir Pelaksanaan SKD Bappenas 2019, Ini Passing Grade SKD CPNS 2019

Menurutnya, meskipun Risma sudah memaafkan Zikria Dzatil, tetapi Bagian Hukum Pemkot Surabaya, belum mencabut laporan kepolisian mengingat kasus tersebut merupakan delik aduan.

"Ibu Risma juga sudah memaafkan terlapor. Tapi kasusnya masih berlanjut karena Bagian Hukum Pemkot belum mencabut laporan kepolisian," katanya.

Lebih lanjut, Sudamiran menegaskan tetap akan melanjutkan proses hukum terhadap Zikria Dzatil meski sudah dimaafkan Risma secara pribadi.

"Kasus akan berhenti jika ibu Risma Wali Kota Surabaya atau Bagian Hukum Kota Surabaya mencabut berkas laporan," lanjutnya.

Baca: Oknum Guru di NTT Diduga Siksa Puluhan Siswa, Paksa Minum Air Bau Pesing dan Berlumut

Halaman
1234
Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved