Kepolisian Ungkap Hasil Autopsi Jasad Janda Kaya di Tulungagung yang Tewas di Gulungan Kasur
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengatakan, ditemukan sejumlah pembuluh darah yang pecah di tubuh Miratun.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Sementara menurut para tetangga, Miratun mempunyai penyakit “mengi” (asma).
Sering kali nafasnya sesak jika pengakitnya kambuh.
Perawakan pedagang kelontong di Pasar Ngunut ini kecil dan kurus.
“Kalau dibekap orang yang tubuhnya besar, pasti tidak butuh waktu lama. Karena orangnya kecil mungil,” ucap seorang tetangga.
Miratun, janda kaya tanpa anak ini ditemukan meninggal di kamarnya, Jumat (14/2/2020) dini hari.
Saat ditemukan wajahnya dibekap dengan bantal dan guling, kemudian tubuhnya digulung dengan kasur lipat.
Baca: Cerita Tragis Dua Pasang Pengantin Baru: Momen Bercinta Berujung Penjara, Ada yang Bersimbah Darah
Baca: Empat Fakta Razia Valentine di Tuban: Sepasang Kakek-Nenek Ikut Terjaring
Kejanggalan kematian janda kaya Tulungagung
Sebelumnya, kejanggalan kematian ibu kos Tulungagung secara tak wajar dan mendadak mengejutkan para tetangga dan penyewa kos di rumahnya di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut
Ibu kos yang juga janda kaya atas nama Miratun (65) alias Soton ini ditemukan dalam kondisi tidak wajar dalam gulungan kasur lipat, Jumat (14/2/2020) dini hari.
Di rumah besar berpagar hijau ini Miratun tinggal sendirian.
Berikut kejanggalan dan fakta-fakta ibu kos Tulungagung diungkap wanita penyewa kamar kos di rumahnya :
Sulistyowati merupakan satu dari dua orang yang menyewa kamar kos di rumah Miratun. Di sana, Sulistyowati yang masih berstatus siswa ini sedang PSG.
Sedangkan satu penyewa kos lainnya adalah seorang karyawan di pusat pendidikan.
Anggota Unit Inafis Satrekrim Polres Tulungagung tengah melakukan olah TKP, Jumat (14/2/2020). (surya.co.id/david yohannes)
Menurut penuturan Sulistyowati, dirinya pulang pukul 24.00 WIB.
Sementara teman satu kosnya, Wahyu Purnomo pulang pukul 23.00 WIB.