Ganjar Respon Cepat Surat Terbuka dari Warga

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespon cepat surat terbuka yang ditulis Arif Maftuhin, pemimpin Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Yogyak

Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespon cepat surat terbuka yang ditulis Arif Maftuhin, pemimpin Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta di blog pribadinya pada Sabtu (15/2) kemarin. Maftuhin tidak menyangka bakal direspon secepat itu, bahkan hanya hitungan jam.

"Lur. Surat terbuka saya untuk Pak Ganjar sudah dibalas. Kontan, hanya selang dua jam dari publikasi, Pak Ganjar nelepon saya. Tetapi saya sudah tidur. Siapa mengira jam 00:00 malam Pak Gub kersa (berkenan) nelepon. Kemudian tadi pagi menelpon lagi," ujar Miftahun, Senin (17/7/2020).

Usai ditelpon Ganjar, Miftahun ditelpon lagi oleh Kadisdikbud Jawa Tengah.

"Kami diskusikan apa yang bisa dan perlu dilakukan di Purworejo. Saya bukan warga Jateng, tetapi Jateng itu rumah kedua saya, rumah mertua saya, jadi saya akan nyumbang sebisa saya. Gitu dulu. Besok saya cerita lagi," ujarnya.

Surat terbuka berjudul Surat Kepada Ganjar itu mengunggah tentang uneg-unegnya terkait rencana penanganan perundungan pada siswi SMP di Purworejo yang ternyata seorang penyandang disablilitas.

Korban perundungan yang berkebutuhan khusus itu mengalami trauma hingga tak mau ke sekolah.

Gubernur Ganjar lantas merayu sang anak untuk pindah sekolah ke sekolah inklusif yang menujang para difabel. Selain itu, Ganjar juga menyampaikan akan menanggung biaya pendidikan sang anak. Salah satu yang diajukan Ganjar adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Purworejo.

"Rayuan kita kepada si anak ini, sampai tadi malam Insyaallah berhasil. Saya ingin karena dia berkebutuhan khusus maka sekolahnya di tempat yang bisa memfasilitasi itu," kata Ganjar.

Sedangkan pada pelaku, peristiwa ini sudah dibawa ke ranah hukum.

Ketiga tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak Pasal 76c, yaitu tentang tindak kekerasan terhadap anak. Adapun pidana yang disangkakan Pasal 80 dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved