Erupsi Gunung Merapi
Gemuruh Guguran Gunung Merapi Terdengar dari Klaten, Situasi Kembali Normal
Gunung Merapi kembali meletus pada Selasa (3/3/2020) pukul 05.22 WIB. Gemuruh guguran Gunung Merapi terdengar dari tebing Kali Talang, Klaten.
TRIBUNNEWS.COM - Gemuruh suara guguran material terdengar di puncak Merapi pada pukul 07.45 WIB.
Rentetan suara gemuruh itu jelas bisa didengar wartawan Tribunjogja.com dari tebing Kali Talang, Dusun Balerante, Kemalang, Klaten.
Puncak Merapi tidak terlihat karena tertutup awan dan kabut tebal.
Sebagian lereng puncaknya saja yang terlihat di sisi selatan dan tenggara.
Baca: Erupsi Gunung Merapi, Hujan Abu Masih Guyur Sukoharjo
Baca: BREAKING NEWS: Bandara Adi Soemarmo Solo Ditutup Sementara Pasca Erupsi Gunung Merapi
Meski jelas terdengar suara guguran material, tidak tampak ada luncuran material atau awan panas di lereng selatan maupun tenggara.
Jejak abu vulkanik akibat luncuran awan panas Selasa pagi masih terlihat sangat jelas di jalur hulu Kali Opak maupun Kali Gendol.
Aktivitas masyarakat di Dusun Balerante pukul 07.52 berlangsung normal, meski di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di atas dusun ini sangat sepi.
Tidak terlihat ada warga yang mugut, atau mencari rumput.
Baca: Gunung Merapi Erupsi, Bandara Adi Sumarmo Ditutup
Baca: BPPTKG Jelaskan Kronologi Erupsi Gunung Merapi Hari Ini, Hujan Abu Bercampur Pasir di Mriyan
Biasanya pada waktu-waktu pagi seperti sekarang, ramai warga menuju kawasan atas mencari pakan ternak.
Gunung Merapi (2.930 mdpl) meletus menyemburkan abu vulkanik setinggi 6.000 meter.
Erupsi Merapi terjadi Selasa (3/3/2020) pukul 05.22 WIB.
Data BPPTK Yogyakarta menunjukkan amplitudo letusan 75 mm dan durasi 450 detik.
Letusan disertai luncuran awan panas dua kilometer ke arah hulu Kali Gendol.
Baca: Hujan Abu Pasca Erupsi Merapi, Jarak Pandang di Jalan Boyolali-Solo Terbatas
Baca: Gunung Merapi Erupsi Pagi ini, Ancaman Bahaya Berupa Awan Panas, Berstatus Waspada Sejak 21 Mei 2018
Arah angin saat erupsi ke utara. Status aktivitas Merapi saat ini masih Waspada.
Sebuah video yang diabadikan warga memperlihatkan kilatan-kilatan listrik saat kolom raksasa letusan gunung ini berlangsung.
Gunung Merapi (2.930 mdpl) terakhir meletus, menyemburkan abu vulkanik tebal ke udara pada Kamis (13/2/2020).
Letusan terjadi pukul 15.16 WIB.
Baca: Dampak Erupsi Gunung Merapi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Alami Hujan Abu
Baca: Gunung Merapi Meletus Timbulkan Hujan Abu di Klaten hingga Boyolali, Lihat Video Detik-detik Erupsi
Data singkat yang dirilis BPTKG Yogyakarta kewat akun Twitternya menunjukkan durasi erupsi 150 detik.
Amplitudo letusan di seismogram 75 mm.
Kolom erupsi dari PGM Ngepos Magelang teramati mencapai tinghi 2.000 meter dari puncak gunung.
Material vulkanik tertiup angin ke arah barat laut dari gunung.
Merapi berstatus Waspada sejak 21 Mei 2018.
Laporan kesaksian letusan Merapi datang dari berbagai di lereng gunung via media sosial.
Baca: Gunung Merapi Kembali Erupsi, Durasi Tercatat 450 Detik
Baca: Dampak Erupsi Gunung Merapi 3 Maret 2020, Mriyan Boyolali Hujan Pasir, Cangkringan Sepi
Mulai dari Klaten, Dukun, maupun Selo.
Suratno, warga Selo di lereng utara Merapi dihubungi Tribunjogja.com, mengatakan, kolom material teramati jelas dari tempat tinggalnya.
Situasi normal, aktivitas penduduk berlangsung seperti biasa. Kata Surat, warga tidak panik.
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Gunung Merapi Meletus, Gemuruh Guguran Terdengar dari Kali Talang Klaten
(Tribunjogka.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gunung-merapi-erupsi-selasa-332020.jpg)