Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona

Pembatasan Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak di Bali, Event We Love Bali Movement Terancam

Kegiatan yang melibatkan orang banyak dan dalam jarak yang rapat maka berpotensi menularkan virus bila ada yang bersin dan batuk

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, melakukan penyemprotan menggunakan bahan kimia di sejumlah area publik bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi pandemi virus corona yang kasusnya terus bertambah di Indonesia. Penyemprotan ini dilakukan sejak pagi, mulai sekira pukul 08.00 WIB menyasar area seperti masjid, musala, drop zone, pemberangkatan, seputar pintu kedatangan dan ruang tunggu, Jumat (13/03/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Bali berencana akan melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak.

Upaya ini akan dilakukan guna mencegah meluasnya wabah coronavirus desease 2019 (Covid-19)

“Mengapa ini dilakukan? Karena, kawan-kawan sudah tahu, bahwa transmisi virus ini melalui cairan yang kita keluarkan pada saat batuk, pada saat bersin, pada saat pilek."

"Jadi itu transmisinya lewat sana,” kata Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali I Dewa Made Indra.

Hal itu Dewa Indra sampaikan saat melakukan konferensi pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat, (13/3/2020).

Menurut Dewa Indra, kegiatan yang melibatkan orang banyak dan dalam jarak yang rapat maka berpotensi menularkan virus bila ada yang bersin dan batuk.

“Oleh karena untuk pencegahannya, mari kita kurangi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.

Jika memang suatu kegiatan yang melibatkan orang banyak itu harus dilakukan, maka harus disiapkan protokol kesehatan dan juga diupayakan untuk tetap menjaga jarak satu sama lain supaya kalau ada orang batuk tidak sampai ke orang lain.

Di lain sisi, Dewa Indra juga meminta kepada masyarakat yang hendak batuk atau bersin di keramaian harus memperhatikan etika yakni dengan menggunakan masker atau ditutup menggunakan lengan.

Baca: Pengunjung di Pusat Perbelanjaan Menurun sejak Wabah Corona, Ini Permintaan Aprindo

Baca: Cegah Penyebaran Corona, Semua Karyawan Twitter Wajib Kerja dari Rumah

Baca: Achmad Yurianto Sebut 2 Balita Pasien Positif Virus Corona Tertular Dari Orang Tuanya

Namun sayangnya Dewa Indra enggan merinci secara spesifik kegiatan orang banyak seperti apa yang akan dibatasi.

Apakah akan menghentikan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang sudah mengagendakan belasan kegiatan We Love Bali Movement, menghentikan Car Free Day (CFD), membatasi pelaksanaan ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi atau meniadakan penonton dalam pertandingan Bali United.

Dirinya berdalih bahwa hal ini masih masuk dalam salah satu bentuk agenda besar dari Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali.

Nantinya rencana pembatasan yang melibatkan orang banyak secara lebih jelas akan ada dalam rencana operasi yang sedang disusun oleh tim Satgas.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved