Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Satu Pasien di Semarang yang Positif Virus Corona Memiliki Riwayat Perjalanan ke Bali

Pasien tersebut kemudian dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang, dari rumah sakit swasta di Semarang, pada 12 Maret 2020

Freepik
Ilustrasi virus corona 12 

Agoes mengatakan, kondisi terakhir kedelapan pasien dalam keadaan cukup baik.

Perkembangan kesehatannya masih terus dipantau oleh tim medis.

Satu pasien di Yogyakarta positif virus corona

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan terdapat satu orang positif terinfeksi virus Corona (Covid19).

Sebelumnya, Rumah Sakit Rujukan penderita terinfeksi Covid19 di Yogyakarta memeriksa total 17 orang pasien yang terindikasi virus mirip Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Adapun 12 orang lainnya dinyatakan negatif dan 4 orang lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium pusat.

Baca: Anies Baswedan Ubah Jadwal Operasional Transjakarta, MRT, dan LRT Guna Cegah Penyebaran Corona

Dalam menindaklanjuti kasus ini, melansir situs resmi pemerintah DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melangsungkan konferensi pers di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Minggu siang (15/3/2020).

Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menindaklanjuti penanganan pasien terindikasi virus Covid19 agar tidak terjadi perluasan penyebaran wabah ini.

Di antaranya, akan pemerintah pusat DIY akan menanggung pembiayaan terhadap pasien yang dinyatakan positif mengidap virus Covid19.

Sedangkan untuk pasien terindikasi virus Covid19, namun oleh dokter dinyatakan negatif atau termasuk Orang dalam Pemantauan (ODP) maka akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Konferensi Pers Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melangsungkan konferensi pers di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Minggu siang (15/3/2020).

Kendati demikian, pemeriksaan DIY belum menyatakan wilayahnya sebagai daerah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pemerintah DIY juga belum mengambil keputusan lock down untuk wilayahnya.

Namun, disampaikan Sri Sultan, ketentuan lock down dapat masih mungkin untuk diterapkan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi ke depannya.

Sementara, wisata di DIY masih belum dilakukan penutupan seperti halnya DKI Jakarta.

Masih banyak para wisatawan baik lokal maupun internasional yang berkunjung atau berwisata ke objek-objek hiburan di DIY.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan