Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Satu Pasien di Semarang yang Positif Virus Corona Memiliki Riwayat Perjalanan ke Bali

Pasien tersebut kemudian dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang, dari rumah sakit swasta di Semarang, pada 12 Maret 2020

Freepik
Ilustrasi virus corona 12 

Penetapan tidak dilakukannya skema lock down wilayah tersebut telah melalui pertimbangan terhadap beberapa sektor, salah satunya ekonomi.

Baca: 4 Fakta Bentuk Virus Corona di Mikroskop: Berduri & Mirip SARS

Pemerintah DIY berpandangan, apabila diberlakukan lock down pada wilayahnya, maka tentu masyarakat akan terdampak persoalan pendapatan.

Oleh karena itu, dalam penangannya pemerintah DIY tetap melakukan observasi terkait perkembangan situasi wilayahnya dan kondisi faktual Indonesia.

Di sisi lain, dalam bidang pendidikan, Sri Sultan mengambil kebijakan untuk tidak merumahkan para mahasiswa ditingkat universitas negeri dan swasta.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ratusan mahasiswa yang dimungkinkan dapat pulang ke kampung halamannya dan untuk selanjutnya kembali lagi ke DIY.

Sebab, dalam masa tersebut ditakutkan para mahasiswa berpotensi membawa wabah virus dari luar.

Menurut Sri Sultan, kebijakan merumahkan mahasiswa untuk mengganti pembelajaran secara online seperti halnya wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta lebih efektif dilakukan hingga satu minggu setelah libur lebaran.

Ujian Nasional di Yogyakarta Tetap Berlangsung
Ilustrasi pelaksanaan Ujian Nasional 2020: UN SMA/SMK/MA dilaksanakan mulai Senin (16/3/2020).

Sementara, kebijakan sistem belajar dan mengajar bagi siswa yang bersekolah baik PAUD, TK, SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA dan sederajatnya masih akan diputuskan pada Senin (16/3/2020).

Namun, Sri Sultan menekankan Ujian Nasional bagi siswa SMA kelas 3 tetap akan diberlangsungkan mulai Senin (16/3/2020).

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan wabah Covid19 ini.

Masyarakat diminta tetap selalu waspada dan menjaga ketahanan serta kesehatan tubuh masing-masing.

Himbauan tersebut berupa menjaga kebersihan tangan dan wajah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Adapun penggunaan hand sanitizer tidak begitu disarankan, lantaran cairan tersebut hanya akan menghalau bakteri, sehingga tidak menangkal virus itu sendiri.

Sri Sultan juga menekankan agar pemerintah daerah saling bahu-membahu bersama masyarakat untuk memerangi penyebaran virus Covid19.

Baca: Kok Bisa Korea Selatan Berhasil Turunkan Kasus Virus Corona Tanpa Lockdown?

Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan menangani warga yang diduga sakit untuk segera memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sri Sultan menegaskan masyarakat DIY tetap tenang menyikapi pandemi global Covid19 ini.

Dalam antisipasi virus Covid19, masyarakat DIY dapat menghubungi pemerintah pusat DIY dengan nomor (0274) 555585 dan 08112764800.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Satu Pasien di Semarang Positif Corona, Punya Riwayat Pergi ke Bali

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan