Virus Corona

Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Aceh Meninggal, Gagal Nafas Karena Pneumonia Akut

Seorang pasien asal Lhokseumawe berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh, Senin.

Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 di Aceh Meninggal, Gagal Nafas Karena Pneumonia Akut
For Serambinews.com
Saifullah Abdulgani, Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh 

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Seorang pasien asal Lhokseumawe berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh, Senin (23/3/2020), sekitar pukul 12.45 WIB.

Pasien tersebut masuk rumah sakit tiga hari lalu dan menjalani perawatan di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU).

Pasien masuk RSUZA tiga hari lalu rujukan dari rumah sakit di Lhokseumawe.

Ia dicurigai terinfeksi Corona karena memiliki riwayat perjalan ke luar kota.

Meski demikian, hingga tadi malam tim Gugus Covid-19 Pemerintah Aceh belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terinfeksi Corona atau tidak, karena hasil pemeriksaan labotorium belum ke luar.

"Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kami beritahukan bahwa seorang pasien berstatus PDP yang dirawat di RSUDZA siang tadi menghembuskan napas terakhir sekira pukul 12.45 WIB. Almarhum berasal dari Kota Lhokseumawe," kata Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani dalam konferensi pers di Sekretariat Covid-19 Pemerintah Aceh di Kantor BPBA di Banda Aceh, Senin kemarin.

Pria yang akrab disapa SAG ini menyatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pasien tersebut meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona karena belum ada konfirmasi hasil dari Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Jakarta.

"Beliau meninggal dalam status PDP karena hasil laboratorium belum tiba, jadi belum bisa kita simpulkan positif atau tidak terjangkit Covid-19," ujarnya.

Baca: Bersama Melawan Covid-19 bank bjb Salurkan Bantuan Melalui Jabar Quick Response

Baca: Penumpang MRT Turun dari 100 Ribu Jadi 22 Ribu per Hari Akibat Corona

Namun SAG membenarkan bahwa korban sebelumnya sempat melakukan perjalanan dinas ke Surabaya dan Bogor, yaitu pada awal Maret lalu.

13 hari sejak perjalanannya tersebut, korban masuk ke salah satu rumah sakit di Lhokseumawe dengan keluhan sakit kepala, nyeri sendi, dan badan lemas.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved