Mendadak Batalkan Resepsi karena Corona, Pasangan Ini sampai Datangi Rumah Calon Tamu
Total ada 1.250 undangan yang sudah tersebar ke berbagai saudara dan kolega pasangan pengantin baru itu.
Editor:
bunga pradipta p
Belum puas dengan alasan yang ia dapatkan, Rico mendatangi Polsek Umbulsari untuk menanyakan langsung.
Ternyata, memang tidak ada celah untuk mendirikan terop, dekorasi, atau hiburan lainnya.
“Full harus akad, kalau sudah selesai langsung disudahi acaranya,” ujar Rico.
Rico kembali ke rumahnya mengabarkan informasi tersebut pada keluarganya.
“Akhirnya kami batalkan satu persatu, ada yang didatangi ke rumah dan via telepon,” tambah alumni Ponpes Nurul Jadid tersebut.
Tak mudah membatalkan undangan tersebut, karena banyaknya undangan yang harus dihubungi.
Apalagi, pembatalan baru dilakukan beberapa saat sebelum pelaksanaan resepsi dilakukan.
“Sampai tadi malam masih ada yang tanya, jadi apa tidak nikahnya,” ucap dia.
Rico menambahkan, makanan juga sudah siap dimasak, seperti kue dodol yang sudah siap diproduksi.
Begitu juga dengan dekorasi, harus diganti dengan dekorasi yang minimalis, karena di tempatkan di ruang tamu.
“Kalau hitung-hitungan rugi, tapi karena niat untuk bersedekah merayakan pernikahan sekali seumur hidup, tidak dihitung ruginya,” jelas alumni IAIN Jember tersebut.
Namun, dirinya menerima karena memang sudah ada larangan resmi.
“Ini juga tidak bisa bulan madu, semua ditutup,” ujar dia.
Tak hanya Rico, beberapa warga di Umbulsari juga menggelar pesta pernikahan tanpa dihadiri undangan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Pengantin Baru Batalkan Resepsi karena Corona, 1.250 Undangan Dihubungi Satu per Satu