Virus Corona

Sri Sultan Hamengkubuwono X: DIY Tidak Sampai Lockdown, Pemudik dan Pendatang Harus Isolasi 14 hari

"‎Belum sampai situ (Lockdown). Momentum untuk terjadi itu tidak ada," ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X

Tribunjogja.com/Hasan Sakri
Sri Sultan HB X didampingi Ratu Hemas bertemu dengan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima di Keraton Yogyakarta pada Rabu (11/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan mengambil langkah Lockdown atau karantina wilayah di tengah mewabahnya virus corona.

"‎Belum sampai situ (Lockdown). Momentum untuk terjadi itu tidak ada," ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, dalam sebuah diskusi bertajuk Kerja Efektif Menghadapi Virus Corona, Sabtu (28/3/2020)‎.

Baca: Perumahan di Pondok Aren Lakukan Lockdown Lokal, RT Sebut Sudah Disepakati Warga

Terkait banyaknya pendatang masuk ke DIY termasuk para perantau yang mudik lebih dini ke Yogyakarta, menurut Sri Sultan dirinya tidak bisa serta merta menolak.

Karena bisa saja mereka adalah warga Yogyakarta yang tinggal di zona merah. Mereka terpaksa kehilangan pekerjaan sehingga memilih pulang ke Yogyakarta.

"‎Mereka yang datang bukan kami tolak. Silahkan kembali, mereka mungkin warga Jogya juga. Kami beri ruang mereka 14 hari di rumah. Kalau ada gejala periksa ke rumah sakit," tegas Sri Sultan.

Nantinya dari isolasi 14 hari, bakal dilakukan pemeriksaan kesehatan apakah positif atau negatif dari virus corona.

Untuk itu, Sri Sultan meminta semua pihak terlibat baik lurah, dukuh, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.

Sri Sultan juga mengamini dalam 1-2 hari terakhir, sudah masuk berbondong-bondong pendatang dan warga Jogya yang mudik lebih awal.

Baca: PSI Minta Proses Produksi dan Impor Alkes Terkait Penanganan Virus Corona Dipermudah

Untuk itu, dia meminta para pendatang berinisiatif mengisolasi diri.

"‎Mereka yang mudik makin banyak, ini kami pantau. Kami minta mereka isolasi diri, disamping itu kami siapkan rumah sakit untuk menampung pasien corona kalau diperkirakan naik. Jadi sewaktu pendatang ada yang positif, harus dapat pelayanan. Tidak ada alasan tidak menerma pasien karena kamar penuh," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved