Breaking News:

Ketua KPCDI Sayangkan Ada Rumah Sakit Liburkan Pelayanan Cuci Darah saat Pandemi Covid-19

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Samosir mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit di Bekasi

zoom-inlihat foto Ketua KPCDI Sayangkan Ada Rumah Sakit Liburkan Pelayanan Cuci Darah saat Pandemi Covid-19
TRIBUN SUMSEL/M.AWALUDDIN FAJRI
Ilustrasi seorang pasien sedang menjalani proses cuci darah di Ruang Instalasi Hemodialisa(TRIBUN SUMSEL/MA FAJRI)

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Samosir mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit di Kota Bekasi.

Tony menjelaskan berdasarkan laporan yang ia terima, rumah sakit terebut meniadakan pelayanan hemodialisa (cuci darah) pada pasien-pasien penyintas gagal ginjal.

Bahkan, menurutnya pihak manajemen rumah sakit telah mengeluarkan kebijakan mulai tanggal 21 April 2020 yang menginformasikan untuk hari minggu dan hari libur nasional tidak melayani tindakan cuci darah karena alasan pandemi Covid-19.

"Kemarin puluhan pasien tidak bisa cuci darah. Sebelumnya, mereka telah menandatangani pernyataan menolak kebijakan itu."

"Tetapi pihak manajemen rumah sakit tidak menggubris dan bersikukuh menjalankan kebijakan yang sangat merugikan pasien tersebut,” ungkap Tony dalam keterangan terulisnya, Sabtu (02/04/2020).

Baca: Mengenal KPCDI, Komunitas yang Ajukan Uji Materi Terkait Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Tony mengatakan, kalau pasien hari ini libur, otomatis mereka tidak mendapat jadwal pengganti hari lainnya.

“Pasien yang hari ini libur, berarti baru bisa cuci darah hari Selasa minggu depan (5/5). Terakhir cuci darah hari Selasa yang lalu (28/4). Jadi selama seminggu mereka tidak menjalani hemodialisa. Dan ini akan mengancam keselamatan pasien” ungkapnya lagi.

Menurut Tony, sama saja rumah sakit menyiksa para pasien gagal ginjal yang hidupnya tergantung pada tindakan cuci darah.

Pasien sudah tidak bisa buang air kecil, selama seminggu tidak cuci darah maka cairan akan menumpuk dalam tubuh.

Cairan yang menumpuk ini akan memenuhi paru-paru pasien, lalu sesak napas, batuk dan akhirnya ke IGD.

Baca: Rentan Tertular Corona, Pasien Cuci Darah Tuntut Rumah Sakit Sedikan Ruang Isolasi Khusus

Halaman
12
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved