Kamis, 7 Mei 2026

Sopir Truk Ekspedisi Tewas di Kosan Surabaya, Sebelumnya Terdengar Suara Rintihan

Menurut tetangga korban, Nur, korban ditemukan pertama kali dalam keadaan tidak bergerak sekira pukul 04.15 WIB

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas berpakaian APD Hazmat mengevakuasi jenazah Sulhan dari kosannya untuk dibawa ke Kamar Mayat RSU Dr Soetomo 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Luhur Pambudi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sulhan (50) warga asal Lamongan yang bekerja sebagai sopir truk trailer ekspedisi pengiriman barang diditemukan tidak bernyawa di sebuah rumah kos Jalan Sikatan II, Manukan Wetan, Tandes, Surabaya, Minggu (3/5/2020)..

Sulhan ditemukan dalam posisi tubuh tergeletak dalam posisi miring ke sisi kanan, dan kepalanya ditopang sebuah bantal.

Menurut tetangga korban, Nur, korban ditemukan pertama kali dalam keadaan tidak bergerak sekira pukul 04.15 WIB.

Namun sebelumnya, sekira pukul 03.00 WIB, saat memasuki waktu sahur, Nur mengaku sempat mendengar korban menyapu halaman depan kosan yang dihuninya sejak lima tahun lalu.

"Dengar nyapu-nyapu, saya tanya tetangga saya ini, bukan dia yang nyapu. Berarti yang nyapu korban meninggal itu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Namun tak lama kemudian, terdengar  suara Sulhan yang menggigil dan disertai rintihan.

Baca: Ditelepon tak Diangkat, Saat Didatangi Suami, Wanita Ini Sudah Jadi Mayat

Suara parau semacam itu terdengar samar-samar, namun berlangsung cukup lama, hingga korban ditemukan tak bernyawa sekira pukul 04.15 WIB.

"Terdengar suara nggeruguh Kayak suara grok grok gitu. Suaranya menggigil gitu," tutur Nur seraya menirukan suara parau yang sempat didengarnya itu.

Nur menduga korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

Namun ia belum tahu, korban selama ini mengidap sakit apa.

Pasalnya, korban dikenal pendiam dan hanya berkomunikasi seperlunya saja dengan para tetangga.

"Dugaan kemungkinan besar sakit," jelasnya.

Baca: Data Lengkap tentang Sebaran Covid-19 Penting untuk Pemerintah Tentukan Arah Kebijakan

Lagi pula, ungkap Nur, korban juga jarang tinggal di kosannya. Karena harus keluar kota untuk mengirim barang ekspedisi.

"Baru kelihatan semalam. Sebelumnya belum kelihatan, pulang kerja mungkin, kan dia sopir trailer barang," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved