Cerita Sopir Ambulans di Lampung, Dijauhi Keluarga Hingga Dilarang Mudik
Karena tugasnya sebagai abdi negara, tugas tersebut wajib dijalankan meski kerap dihantui rasa takut tertular virus Corona
Laporan Wartawan Tribun Lampung Joeviter Muhammad
TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Perjuangan tenaga medis di garis depan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 atau virus Corona patut diapresiasi.
Mereka adalah para sopir ambulans yang bertugas mengantar pasien dan jenazah Corona.
Veri Holmes salah satunya.
Mantan staf humas pemkot Bandar Lampung ini baru 7 bulan menjalani tugas sebagai sopir ambulans gratis pemkot setempat.
Namun banyak kisah yang dialaminya selama masa pandemi ini.
Mulai dari dijauhi sementara oleh keluarga hingga ditolak pulang ke kampung halaman.
Baca: Masa Pandemi Corona, Warga Jepang Jadi Suka Berkebun
Di awal tugas anyarnya, ia langsung mendapat tugas yang terbilang cukup berat yakni mengantar jenazah pasien positif Corona.
Karena tugasnya sebagai abdi negara, tugas tersebut wajib dijalankan meski kerap dihantui rasa takut tertular virus Corona.
"Bukan sok berani atau sok-sok jadi pahlawan, tapi karena ini tugas saya ya harus dijalankan," ujar Veri saat diwawancarai Tribunlampung.co.id akhir April lalu.
Veri menceritakan, sebagai komandan regu dinas Satpol PP kota Bandar Lampung, ia bersama ketiga anggotanya pernah mengantar jenazah positif Corona.
Awalnya, kata Veri, mereka mendapat perintah untuk mengawal pemakaman pasien positif Covid 19.
Ternyata merekalah yang akhirnya terjun langsung dibantu personil TNI untuk memakamkan jenazah tersebut.
"Sebelum berangkat kami berempat berdoa. Bismillah aja semoga tujuan dan niat baik kami dilancarkan," katanya.
Baca: Demi Mudik, Pasutri Ini Sembunyikan Mobil di Bak Truk agar Bisa Menyeberang ke Lampung
Proses pemakaman yang memakan waktu akhirnya membuat Veri dan ketiga rekannya kelelahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sopir-ambulans-lampng1.jpg)