Virus Corona

Masa Pandemi Corona, Warga Jepang Jadi Suka Berkebun

Antisipasi pandemi coronavirus baru telah menyerukan agar tidak ke luar rumah, menjadikan kebun rumah untuk menanam sayuran telah menjadi populer.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Selada air atau Arigula jadi populer di Jepang karena mudah dibibit dibesarkan dan bisa disantap setelah besar. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gaishutsu jishuku atau kemandirian menahan diri ke luar rumah, membuat banyak warga di Jepang termasuk anak-anak, jadi senang berkebun, terutama tanaman yang mudah dibibit dibesarkan dan dapat disantap.

"Sangat menyenangkan bagi anak-anak untuk menyentuh tanah di luar. Sehat untuk melihat bagaimana sayuran tumbuh, dan anak-anak jadi suka sekali. Kami dapat bersenang-senang dengan keluarga kini," kata Umiyama (45), seorang warga Tokyo kepada Tribunnews.com yang menemuinya sedang berkebun di sebuah tanah pertanian sewaan di Tokyo.

"Kebun sayur sebaiknya dibesarkan di rumah agar kita bisa makan sayur segar," kata sang istri, wanita berusia tiga puluhan tahun.

Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima.
Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima. (Foto Tokushima Shimbun)

Hari Senin ini 4 Mei juga merupakan midori no hi atau Hari Hijau, yang merupakan hari libur nasional serangkaian dengan Golden Week di Jepang.

Menurut Pasal 2 Undang-Undang tentang Hari Libur Nasional (UU Liburan, UU No. 178 tanggal 20 Juli 1948), tujuan midori no hi adalah untuk memberikan hati yang kaya dan menghargai alam serta manfaatnya bagi kita smeua.

Antisipasi pandemi coronavirus baru telah menyerukan agar tidak ke luar rumah, menjadikan kebun rumah untuk menanam sayuran telah menjadi populer di kalangan generasi yang mengasuh anak.

Baca: Kronologi Lengkap Istri Pedagang Roti Kabur Loncat dari Plafon Toilet, Alami Luka di Pelipis Mata

Di toko benih dan pembibitan di Kota Akiruno, Tokyo, setiap tahun banyak orang mencari bibit sayuran, tetapi tahun ini, jumlah pelanggan telah meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu.

Dan berbagai orang dari generasi orang tua dengan anak kecil menjadi semakin banyak yang berkebun.

Konsumen banyak bertanya kepada staf toko tentang varietas dan metode penanaman yang mudah tumbuh, dan membeli bibit sayuran musim panas seperti terong, mentimun, dan tomat.

Papan pengumuman dilarang masuk di pintu masuk pendakian Gunung Okutama Jepang.
Papan pengumuman dilarang masuk di pintu masuk pendakian Gunung Okutama Jepang. (NHK)

Menurut toko, alat budidaya sederhana yang menempatkan benih dalam wadah dengan diameter sekitar 15 cm dan menanam sayuran seperti arugula hanya dengan air sangat populer karena dapat dipilih di mana saja.

Tatsuya Nomura, Managing Director Nomura Usansan, mengatakan, "Saat ini adalah musim terbaik untuk mulai menanam sayuran musim panas. Saya ingin menanam sayuran bersama orang tua saya dan menikmati rasa segar sekarang."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved