Breaking News:

Puluhan Anggota Ormas Geruduk Perkantoran di Samarinda, Sempat Sekap Karyawan

Anggota ormas ini tiba menggunakan 6 mobil dan 19 motor serta dilengkapi dengan berbagai macam senjata tajam.

Budi Dwi Prasetyo/Tribun Kaltim
Puluhan anggota ormas RKB menggunakan 6 mobil dan 19 motor, dilengkapi berbagai senjata tajam tiba di Kantor PT Putra Tanjung Samarinda membuat keributan karena masalah sisa pembayaran proyek pengecatan gedung di Provinsi Kaltara.Sabtu (9/5/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Puluhan anggota ormas membuat keributan saat bulan suci ramadan di di komplek rumah dan perkantoran di Jalan Tantina, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda,

Anggota ormas ini tiba menggunakan 6 mobil dan 19 motor serta dilengkapi dengan berbagai macam senjata tajam.

Mereka diduga menyekap karyawan kantor PT Putra Tanjung dan merusak fasilitas di dalamnya.

Warga yang resah melihat kejadian ini segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

Kepolisian yang mendapatkan laporan langsung menindaklanjuti, jajaran Polsek Sungai Pinang, yang kemudian dibantu Polsek Samarinda Kota dan Polresta Samarinda segera mengamankan lokasi keributan dengan persenjataan lengkap.

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Minggu 10 Mei 2020: Hujan Lebat dan Angin di Sejumlah Daerah

Baca: 6 Jajanan Manis Khas Jawa Timur yang Diburu untuk Buka Puasa

Baca: Video YouTuber Ferdian Paleka Cs Digunduli dan Ditelanjangi di Tahanan Beredar di Media Sosial

Baca: KPK Diminta Berperan Aktif Awasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19

Sebelum dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian, sempat dilakukan upaya persuasif namun tak diindahkan dan terpaksa dilakukan tindakan tegas.

Belasan motor dan sajam disita polisi dengan puluhan anggota ormas yang diangkut menggunakan truk polisi menuju Mako Polresta Samarinda.

Keributan puluhan anggota ormas ini terjadi karena masalah sisa pembayaran proyek pengecatan gedung di Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara.

Dikonfirmasi TribunKaltim.co , Ketua ormas Remaong Koetai Berjaya bernama, Hebby Nurlan Arafat ini menuturukan kalau kedatangan pihaknya untuk meminta pelunasan pembayaran atas proyek pengecatan sebuah gedung perpustakaan yang dilakukan 4 bulan silam.

"Padahal sudah selesai tapi tidak ada pembayaran. Artinya kami maju karena kami benar dan menuntut hak kami. Walaupun berakhir seperti ini, tapi inilah proses," ucap Hebby.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved