Minggu, 31 Agustus 2025

Ciptakan Batik Corona di Tengah Pandemi, Alpha Febela: Pelaku Industri Tak Boleh Berpangku Tangan

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor industri, Batik Mahkota Laweyan berinovasi menciptakan batik bermotif corona.

Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Miftah
Dokumen Batik Mahkota Laweyan
Pemilik Batik Mahkota Laweyan, Alpha Febela Priyatmono, menyampaikan gagasan awal menciptakan batik bermotif corona di tengah pandemi. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor industri, Batik Mahkota Laweyan berinovasi menciptakan batik bermotif corona.

Pemilik Batik Mahkota Laweyan, Alpha Febela Priyatmono, membenarkan dunia industri dan pariwisata menjadi sektor yang terpukul akibat dampak pandemi corona (Covid-19).

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FPKBL) itu mengungkapkan dampak tersebut pun sangat dirasakan oleh Kampung Batik Laweyan, yang tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan industri batik tetapi juga kawasan wisata.

Menurut Alpha, akibat pandemi Covid-19 ini, 90 persen aktivitas Industri Kecil Menengah (IKM) di Kampung Batik Laweyan terpaksa dikurangi bahkan terhenti.

Baca: Industri Fesyen Muslim Terkena Dampak Covid-19, Kemenperin Dorong IKM Jualan Lewat Jalur Digital

"Karena memang aktivitas akhirnya banyak yang dikurangi bahkan ditiadakan dan sebagainya," kata Alpha dalam wawancaranya bersama Tribunnews.com, Kamis (28/5/2020) pagi.

"Itu sangat berpengaruh pada kami-kami ini, khususnya masyarakat IKM ini, pada sisi aktivitas."

"Bisa dikatakan, selama Covid-19 ini merebak, 90 persen aktivitas kami off,'" sambungnya.

Alpha Febela Priyatmono, pemilik Batik Mahkota Laweyan sekaligus Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FPKBL).
Alpha Febela Priyatmono, pemilik Batik Mahkota Laweyan sekaligus Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan (FPKBL). (Dokumen Pribadi)

Kendati demikian, Alpha menambahkan, masyarakat yang menjadi pelaku industri tidak boleh hanya berpangku tangan.

Dari situlah, Batik Mahkota Laweyan kemudian menemukan gagasan untuk menciptakan batik bermotif corona.

"Bagaimanapun juga kami di masyarakat industri tidak boleh hanya berpangku tangan, maka apalah yang bisa kita perbuat."

"Dari situ muncul gagasan, 'oh ini bagaimana ya misalnya ini karena Covid ya kita jadikan tema atau motif batik,'" ungkap Alpha.

Baca: Batik Corona dari Solo: Angkat Sisi Positif Pandemi, Mampu Dekatkan Keluarga dan Lahirkan Inovasi

Industri batik dari Solo, Jawa Tengah, itu pun akhirnya merealisasikan gagasannya membuat batik corona dengan menuangkan sisi positif dari pandemi Covid-19 pada coraknya.

Alpha pun membenarkan, batik corona buatan Batik Mahkota Laweyan ini berusaha menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai positif tetap dapat dipetik meski dalam kondisi terhimpit sekalipun.

"Jadi dari keterbatasan, keterhimpitan yang luar biasa ini, mari kita ambil dari nilai-nilai positifnya untuk eksis dan untuk melawan bencana," tuturnya.

Makna Motif Batik Corona Buatan Batik Mahkota Laweyan 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan