Virus Corona
Respons Warga Surabaya Terhadap Rapid Test Covid-19 yang Digelar BIN: Kami Harap Dilanjutkan
Setiap hari ribuan warga Surabaya datang ke titik tempat digelarnya rapid test dan swab test oleh BIN
Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) sudah sembilan hari menggelar rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur.
Rapid test digelar berdasarkan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di ibu kota Jawa Timur tersebut.
Baca: Kepala Bappenas: Indonesia Berupaya Ciptakan Vaksin Corona
Animo warga Surabaya mengikuti rapid test yang digelar BIN sangat besar.
Setiap hari ribuan warga Surabaya datang ke titik tempat digelarnya rapid test dan swab test oleh BIN.
Pada hari kesembilan ini, BIN menggelar rapid test masal Covid-19 di dua titik di Surabaya.
Titik pertama di Parkiran Bis Wisata Religi Sunan Ampel, Kecamatan Semampir dan titik kedua berada di kantor Kecamatan Kenjeran.
Warga menilai rapid test yang digelar BIN sangat membantu untuk menekan penyebaran Covid-19 yang makin masif di Surabaya.
Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Semampir, Desa Wisata Religi Sunan Ampel, Indra mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BIN yang telah menyelenggarakan rapid test Covid-19 di wilayahnya.
Diketahui, Kecamatan Semampir menjadi satu lokasi yang ditunjuk untuk menggelar rapid test masal dan swab test sejak kemarin.
"Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BIN yang telah ikut turun mengadakan rapid test di wilayah kecamatan Semampir," ucap Indra dikutip dari keterangan yang diterima, Sabtu (6/6/2020).
Indra mengatakan warga di Kecamatan Semampir begitu antusiasmengikuti test cepat Covid-19 yang digelar BIN.
Meski antusias tinggi, warga yang mengikuti rapid maupun swab test tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan rajin mencuci tangan.
"Animo masyarakat di Kecamatan Semampir sangat bagus, kemari menembus angka 1.000. Mudah-mudahan, dalam rapid test ini masyarakat turut membantu apa yang disampaikan oleh pemerintah, yaitu jaga jarak, selalu cuci tangan," katanya.
Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kenjeran, Farfan berharap BIN memperbanyak lokasi rapid test di Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rapid-test-bin-lagi-di-jatims.jpg)