Breaking News:

Pepaya Mandailing Natal Banyak Disukai Karena Enak dan Bertahan hingga 2 Minggu

Luas budidaya yang diusahakan sudah mencapai 60 hektar dan direncanakan akan dikembangkan seluas 100 hektar

ist
Komoditas pepaya dari Mandailing ini dapat bertahan selama 2 minggu di dalam suhu ruang, berbeda dengan pepaya dari daerah lain yang hanya bertahan sekitar 3 hari 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesesuaian lahan dan iklim sangat mendukung pengembangan sebuah komoditas di suatu wilayah tertentu. 

Komoditas yang dikembangkan dengan memperhatikan lahan dan iklim akan lebih efisien karena memerlukan biaya yang lebih kecil. 

Pengeluaran kecil tersebut disebabkan oleh input pupuk dan pemeliharaan yang tidak terlalu tinggi, apabila dibandingkan dengan wilayah lain yang kurang mendukung agroklimatnya.

Begitulah yang terkesan dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Sejumlah petani milenial di sana mengembangkan pepaya di daerah Panyabungan Barat dan Nagajuang. 

Luas budidaya yang diusahakan sudah mencapai 60 hektar dan direncanakan akan dikembangkan seluas 100 hektar.

"Komoditas pepaya dari Mandailing ini dapat bertahan selama 2 minggu di dalam suhu ruang, berbeda dengan pepaya dari daerah lain yang hanya bertahan sekitar 3 hari," ujar Putra Lubis saat dihubungi melalui sambungan telefon Rabu (24/6/2020).

Baca: Biasanya Dibuang Begitu Saja, Biji Pepaya Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa Setelah Ditumbuk

Pengakuan tersebut berdasarkan pengalaman dengan pengusaha di Medan sebagai relasi usaha pemasarannya.

"Usaha budidaya pepaya ini disebabkan lesunya harga karet yang banyak diusahakan petani Mandailing sebelumnya," jelas petani milenial tersebut. 

Halaman
1234
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved