Breaking News:

Suami Istri Pasok Daging Sapi Dioplos Daging Celeng Selama 6 Tahun ke Sejumlah Kota di Jawa Barat

Sepasangan suami istri di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ditangkap polisi karena menjual daging sapi yang dioplos dengan daging babi atau celeng.

Daniel Andreand Damanik/Tribun Jabar
Pasangan suami istri jual daging babi atau daging celeng dicampur dengan daging sapi. Dagaing ini di jual di sejumlah pasar jadi bahan bakso. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNNEWS.COM, CIMAHI - Sepasangan suami istri di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ditangkap polisi karena menjual daging sapi yang dioplos dengan daging babi atau celeng.

Pasangan suami istri tersebut sudah menjalankan bisnisnya menjual daging sapi dioplos daging celeng sejak 6 tahun silam tepatnya dimulai tahun 2014.

Daging sapi yang dioplos daging celeng tersebut dijual ke pasar-pasar di Majalaya, Tasikmalaya, Purwakarta, Cianjur, dan Bandung.

Setelah bertahun-tahun jualan daging sapi oplosan daging babi, pasangan suami istri di Kabupaten Bandung Barat tersebut ditangkap polisi.

Baca: Pasutri Jual Daging Babi Hutan Oplosan 6 Tahun, Dijual di Tasikmalaya, Cianjur, hingga Bandung

Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi menangkap pasangan suami istri yang menjual daging babi hutan (Celeng) yang dicampurkan dengan daging Sapi.

Pasangan suami istri ini ditangkap pada 26 Juni 2020 pukul 21.00 WIB di Kampung Gunung Bentang, Kabupaten Bandung Barat.

"Mereka ini penjual daging babi hutan (Celeng) yang nantinya akan dioplos dengan daging sapi lalu disebarkan kebeberapa pedagang bakso. Mereka tinggal di Kabupaten Bandung Barat," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki di Mapolres Cimahi, Selasa (30/6/2020).

Ada 12 kilogram daging babi hutan (celeng) dan 120 kilogram daging sapi.

Proses pencampurannya 2:1, dua kilogram daging sapi dicampur satu kilogram daging celeng.

Baca: Jualan Daging Celeng di Bandung, Pasutri Raup Untung Rp 60 Juta Per Tahun

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved