Breaking News:

Erupsi Merapi

Gunung Merapi Memasuki Fase Intrusi Baru, Belum Ada Bahaya Tapi Harus Tetap Waspada

Jika kegempaan pada aktivitas Merapi berkekuatan rendah, maka hanya akan berpengaruh pada terjadinya penyumbatan yang mengakhiri siklus 2018-2019.

https://twitter.com/BPPTKG
BREAKING NEWS Gunung Merapi Kembali Erupsi Durasi 328 Detik, Tinggi Kolom Abu 6.000 Meter 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi yang berada di antara wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini memasuki fase intrusi baru.

Fase ini ditandai dengan ciri-ciri adanya letusan eksplosif yang diiringi kegempaan dalam.

Aktivitas ini dapat menimbulkan erupsi, jika tekanan kegempaan dalam terjadi sangat kuat.

Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso menjelaskan, dampak dari aktivitas kegempaan dalam gunung merapi tersebut perlu diwaspadai.

Ia menambahkan, apabila kegempaan pada aktivitas merapi tersebut berkekuatan rendah, maka hal itu hanya akan berpengaruh pada terjadinya penyumbatan yang mengakhiri siklus 2018-2019.

Sebaliknya, apabila aktivitas kegempaan dalam itu terjadi dengan sangat kuat, maka akan timbul sebuah ekstrusi atau erupsi Merapi yang keluar seperti tahun 2006.

"Tapi kami tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Akan tetapi, jika melihat tanda-tandanya, saat ini sudah terlihat, dari sebuah migrasi magma," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (5/7/2020).

Budi, sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini merupakan siklus kedua setelah Agustus 2018 lalu terjadi ekstrusi magma.

Kemudian, ekstrusi tersebut berhenti dan mulai terlihat kembali pada tahun ini. Dengan pantauan kedalaman magma lebih dari 3 kilometer.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved