Breaking News:

Akhir Teror Order Fiktif di Kendal: Pelaku Ternyata Teman Dekat Korban, Punya Dendam 2 Tahun Lalu

Pelaku teror order fiktif kepada warga Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah akhirnya ditangkap.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Novi Wahyuni (22) warga Sidorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak diringkus Satreskrim Polres Kendal seusai melakukan teror terhadap warga Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal selama 2 tahun terakhir, Senin (3/8/2020) saat konferensi pers di Mapolres Kendal. 

TRIBUNNEWS.COM - Pelaku teror order fiktif kepada warga Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah akhirnya ditangkap.

Pelaku yang ternyata teman dekat korban mengaku memiliki dendam terhadap korban. 

Berikut rangkuman kasus order fiktif di Kendal sebagaimana dihimpun Tribunnews.com, Selasa (4/8/2020):

1. Tersangka Warga Demak, Teman Dekat Korban

Novi Wahyuni (22) warga Sidorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak diringkus Satreskrim Polres Kendal seusai melakukan teror terhadap warga Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal selama 2 tahun terakhir, Senin (3/8/2020) saat konferensi pers di Mapolres Kendal.
Novi Wahyuni (22) warga Sidorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak diringkus Satreskrim Polres Kendal seusai melakukan teror terhadap warga Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal selama 2 tahun terakhir, Senin (3/8/2020) saat konferensi pers di Mapolres Kendal. (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM)

Pelaku order fiktif terhadap Titik Puji Rahayu (20), warga Desa Jungsemi diketahui bernama Novi Wahyuni (22) warga Sidorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

Novi ditangkap oleh Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Kendal

Saat konferensi pers di Mapolres Kendal, Senin (3/8/2020), Kapolres Kendal AKBP Ali Wardana, mengungkapkan tersangka mengaku sudah lama melakukan pencemaran nama baik kepada korban Titik Puji Rahayu yang juga merupakan teman dekatnya.

2. Tersangka Mengaku Dendam dengan Korban

AKBP Ali Wardana melanjutkan, motif aksi teror ini karena adanya dendam antara tersangka dengan korban. 

Dendam itu bermula saat keduanya sama-sama bekerja di sebuah perusahaan di Kota Semarang beberapa tahun terakhir.

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved