Enam Wisatawan yang Hanyut Terseret Pantai Goa Cemara Berhasil Diidentifikasi
Satu korban yang masih dalam pencarian adalah Akhmad Choirul F (4), laki-laki warga Sleman yang juga merupakan anak dari Joko Widodo dan Ulli Nur
Dengan demikian, total telah empat dari lima korban yang hanyur terseret ombak di Pantai Goa Cemara berhasil ditemukan.
Pagi tadi, korban kedua dari lima wisatawan hanyut di Pantai Goa Cemara juga telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan.
Korban diketahui adalah anak-anak berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Sabtu pagi tadi pukul 08.45 WIB.
Korban kedua ini ditemukan di lokasi Pantai Indocor, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, dengan jarak kurang lebih dua kilometer arah barat dari lokasi kejadian di Pantai Goa Cemara.
"Untuk usia korban kurang lebih 8 tahun, jenis kelamin laki-laki," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DIY, L Wahyu Efendi, kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).
Sementara korban ketiga ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia, pada Sabtu pagi pukul 09.45 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DIY, L Wahyu Efendi, mengatakan korban tersebut ditemukan di lokasi perairan Galur koordinat 07° 57' 33,3" S 110° 12' 20,4' E Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.
Baca: Tujuh Wisatawan Hanyut di Pantai Goa Cemara Bantul, Bambang Histeris Keponakannya Sudah Tak Bernyawa
Lokasi ditemukannya korban ketiga ini berjarak sekitar 8 kilometer arah barat dari lokasi kejadian di Pantai Goa Cemara.
Sementara satu korban hanyut lainnya juga telah ditemukan pada Jumat (7/8/2020) kemarin.
Koordinator SAR Parangtritis, Ali Sutanto, menyisir laut Pantai Goa Cemara menggunakan jet ski untuk mencari korban, Jumat (7/8/2020) siang. (TRIBUNJOGJA.COM / Hendy Kurniawan)
Jenazah tersebut ditemukan di sekitar Pantai Pandansimo, Srandakan, Kabupaten Bantul sekitar pukul 19.10 WIB.
Untuk kronologi penemuan, saat itu Tim SAR Gabungan dari Basarnas, Posal, Porairud Polda DIY, dan Satlinmas SAR Istimewa DIY menyisir ke muara Sungai Progo dan bertemu dengan nelayan.
Nelayan itu mengabarkan ada satu korban yang tersangkut pada jaringnya.
"Saat itu sekitar pukul 19.10 ditemukan menyangkut di jaring nelayan eret. Kemudian tim langsung evakuasi ke tepi Pantai Pandansimo untuk diteruskan ke Posko," katanya.
Kemarin, sebanyak 150 Tim Gabungan SAR Nasional Yogyakarta melakukan pencarian.
Upaya keras mereka berhasil menemukan satu jasad laki-laki berusia anak-anak. Jasad itu ditemukan pada pukul 19.10 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mayat-tenggelam123.jpg)