Minggu, 12 April 2026

Korban Arisan Bodong, Uang Untuk Kuliah S 2 Martha Ludes

Uang Martha H (23) sebanyak Rp 23 juta hilang tak berbekas setelah ia masukkan dalam sebuah arisan online.

Editor: Hendra Gunawan
Victory Arrival Hutauruk/Tribun Medan
Ilustrasi: SEORANG mahasiswa asal Sumbul Kabupaten Dairi, Kevin (22) tertipu hingga Rp 500 juta oleh arisan online By Tunuk. Kevin sudah melapor ke Polda Sumut. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Arisan online di Medan, Sumatera Utara terus memakan korban, kali ini seorang guru yang uangnya ludes akibat tergiur investasi abal-abal tersebut.

Duit milik Martha H (23) sebanyak Rp 23 juta hilang tak berbekas setelah ia masukkan dalam sebuah arisan online.

Wanita yang berprofesi sebagai guru ini menjadi salah satu korban penipuan arisan online melalui grup WhatsApp.

Ditemui Tribun Medan pada Rabu (9/9/2020), Martha mengatakan bahwa dirinya tergabung dalam empat grup arisan online.

"Saya ada di 4 grup arisan online. Yang mana Owner-nya itu Zs," bebernya.

Wanita yang menggunakan masker berwarna merah ini menjelaskan bahwa dirinya pertama kali dikenalkan oleh kawan sosial medianya.

"Awalnya itu melalui sosmed. Lalu saya beri no hp saya dan join tuh ke grupnya sekitar bulan Januari. Namun di situ belum melakukan transaksi apapun. Saya memantau dulu," katanya.

Tidak sampai di situ, pada bulan Maret dirinya pun memulai transaksi dan menjadi member tetap hingga kini.

Baca: Korban Penipuan Arisan online Tania by Tunuk Bermunculan, Ada yang Kehilangan Rp 500 Juta

"Setelah saya join. Itu sistemnya kan open slot. Jadi per slotnya itu Rp 200 ribu. Nah keuntungannya selama 7 hari Rp 50 ribu, dan itu berlanjut kelipatannya," ucapnya.

Sambung Martha, diawal transaksi hingga 21 Agustus 2020 lalu, semuanya lancar, namun ada beberapa transaksi yang tidak lancar.

"Sisa modal saya kalau ditotal dengan deposit Abang saya (karena pakai satu akun) kami mengalami kerugian Rp 23 juta. Itu modal saja ya. Tidak dihitung keuntungan," jelasnya.

Baca: Mantan Model RAK Dalang Penipuan Berkedok Arisan Online, Peserta Ratusan Orang Total Rp 3 Miliar

Uang yang direncanakan untuk menyambung pendidikan S2 Martha pun raib.

Zs di akhir Agustus lalu menghilang bak ditelan bumi.

Setelah melakukan investasi, sambung Martha, owner yang berinisial Zs pada tanggal 29 Agustus 2020, memberi kabar di grup meminta maaf kepada member tidak sanggup lagi untuk membayar investasi yang selama ini dijalankan.

Baca: Arisan di Cianjur Ternyata Macet Sejak 2018, Korban Telah Setor Rp 500 Juta hingga Rp 3 M

Namun, dia minta waktu 3-5 hari dan berjanji akan membalikkan modalnya saja tanpa profit (keuntungan).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved