Breaking News:

Mayat Kondisi Membusuk Ditemukan di Bawah Pohon Karet, Diduga Tewas Gantung Diri

Jasad korban sudah jatuh ke tanah, sementara lehernya masih terikat dengan kain sarung yang terikat di leher

Editor: Eko Sutriyanto
Pixabay
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, INDRAGIRI - Amran alias Aparan (39)  ditemukan tewas membusuk di bawah pohon karet di hutan, Jumat (2/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum ditemukan tewas, warga Desa Talang Suka Maju, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu menyerahkan sepucuk surat wasiat kepada anaknya 7 hari sebelum penemuan mayat.

Ia kemudian meninggalkan rumah sejak 24 September 2020 dengan berbekal nasi, kain sarung, dan senter.

Menurut Ps Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, sang anak kemudian memberikan surat tersebut ke ibunya, Mewah (27).

"Korban meminta anaknya tidak membuka surat wasiat itu. Setelah dibuka oleh istrinya, surat itu berisi tentang pembagian harta warisan berupa kebun kelapa sawit," ujar Misran kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/10/2020).

Diduga kuat Amran tewas gantung diri.

Namun karena ditemukan 7 hari kemudian, jasad korban sudah jatuh ke tanah, sementara lehernya masih terikat dengan kain sarung yang terikat di leher.

Baca: Isi Surat Wasiat Wanita yang Lompat dari Lantai 53 Apartemen Ancol Mansion Jakarta

"Korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Pada saat ditemukan, lehernya masih terikat dengan akar dan kain sarung yang disambung. Jasadnya sudah jatuh ke tanah, karena korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar enam sampai tujuh hari," kata Misran.

Mayat Amran ditemukan pertama kali oleh warga yang bernama Siaran (50).

Saat itu Siaran sedang mencari kemenyan di hutan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya dan melihat mayat laki-lai tergeletak di bawah pohon karet.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved