Breaking News:

Dilaporkan Atas Dugaan Pemerasan Uang Rp 200 Juta, Wakapolsek Helvetia Medan Lapor Balik

 Wakapolsek Helvetia Medan balik melaporkan seorang warga yang melaporkannya atas dugaan pemerasan.

pixabay.com
Ilustrasi uang- Wakapolsek Helvetia Medan balik melaporkan seorang warga yang melaporkannya atas dugaan pemerasan. Wakapolsek Helvetia dilaporkan karena diduga melakukan pemerasan Rp 200 juta. 

TRIBUNNEWS.COM -- Wakapolsek Helvetia Medan balik melaporkan seorang warga yang melaporkannya atas dugaan pemerasan.

AKP Dedi Kurniawan melaporkan Muhammad Jefri Setiawan ganti melapor balik Muhammad Jefri Suprayogi ke Polda Sumut, Rabu (16/12/2020).

Sebelumnya Jefri Suprayogi melaporkan AKP Kurniawan ke Mabes Polri atas dugaan pemerasan uang Rp 200 juta dan penyitaan mobil Pajero Sport.

Kuasa hukum AKP Dedi Kurniawan, Joko Pranata Situmeang, menjelaskan kalau kliennya merasa dirugikan karena tuduhan tersebut dan sudah melaporkan Muhammad Jefri Suprayogi ke Mapolda Sumut, Rabu (16/12/2020).

"Laporan itu berkaitan dengan statement Muhammad Jefri Suprayogi yang telah beredar di tengah-tengah masyarakat Kota Medan, Sumatera Utara, yang menuduh bahwa klien saya AKP Dedy Kurniawan melakukan pemerasan dan perampasan," kata Joko Pranata Situmeang.

Baca juga: Nelayan Diajak Video Call Tanpa Busana, Malah Diperas si Wanita: Screenshot Terancam Disebar

Baca juga: Pencuri Ponsel Malah Minta Tebusan pada Korban, Inginkan Foto Tanpa Busana & Berhubungan Suami Istri

"Jelas, tuduhan yang disampaikan terlapor kepada masyarakat membuat klien kita (AKP Dedi Kurniawan) resah dan dicemarkan nama baiknya. Dan Semua itu bisa dibuktikan dari CCTV apakah mobil Pajero itu pernah digunakan atau tidak serta pertemuan antara klien saya dengan terlapor," sambungnya.

Tak sampai di situ, Joko juga membantah kliennya menggunakan handphone milik terlapor.

Menurutnya, masalah handphone milik terlapor sebagaimana yang dituduhkan tidak pernah ada di Polsek Helvetia dan semua itu bisa dibuktikan berdasarkan dari berita acara penyitaan yang ditandatangani terlapor Jefri.

"Sehingga bisa saya simpulkan bahwa tuduhan yang disampaikan terlapor Jefri tidak benar dan sungguh keji. Akibat tuduhan ini membuat klien saya tercemar nama baiknya," akunya sembari menunjukkan bukti surat laporan Polisi dengan nomor : STTLP / 2378 / XII / 2020 / SUMUT / SPKT "III" terkait peristiwa pidana UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat 3 dengan terlapor Muhammad Jefri Suprayogi.

Joko menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa terlapor Jefri pernah divonis oleh Pengadilan Negeri Medan karena terlibat kasus komplotan penggelapan mobil mewah.

Halaman
1234
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved