Breaking News:

Aktivis Bongkar Praktik Pembantaian Anjing untuk Dijadikan Makanan: Dikuliti saat Masih Pingsan

Aktivis dari Komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Mustikam membongkar praktik pembantaian anjing untuk dijadikan makanan.

Pixabay.com
Ilustrasi anjing - Aktivis Bongkar Praktik Pembantaian Anjing untuk Dijadikan Makanan: Dikuliti saat Masih Pingsan 

TRIBUNNEWS.COM - Aktivis dari Komunitas Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Mustikam membongkar praktik pembantaian anjing untuk dijadikan makanan.

Mustikam menyebut, para pemasok daging anjing memperlakukan anjing dengan begitu keji.

Cik Memey, sapaan akrabnya, menilai bahwa cara menangkap serta menyembelih anjing terbilang sadis.

"Ada yang di gelonggong, ditenggelamkan, dipukul dulu saat pingsan baru dikuliti, ada pula yang dibakar pakai obor las dalam kondisi setengah mati," ungkapnya.

Mustika juga mengingatkan, daging anjing tak layak untuk dikonsumsi.

Daging anjing, kata dia, tidak layak untuk dikonsumsi.

"Makan daging anjing itu menjijikkan dan berisiko untuk kesehatan manusia," katanya.

Baca juga: Teror Gerombolan Anjing Liar, Belasan Ekor Kambing di Desa Ini Mati, Warga Takut dan Memilih Pasrah

Gemolong Jadi Pemasok

Satu daerah yang disorot oleh DMFI adalah Gemolong di Sragen.

Mustika mendesak Pemkab Sragen untuk menghentikan perdagangan daging anjing di antaranya di Sragen.

Halaman
123
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved