Breaking News:

Seorang Penjaga Vila di Bogor Jadi Tersangka Kasus Prostitusi, Ini Perannya

Kepolisian menetapkan seorang penjaga sebuah vila di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi tersangka kasus prostitusi.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Polres Bogor ungkap kasus prostitusi di sebuah vila di kawasan Puncak wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kepolisian menetapkan penjaga sebuah vila berinisial LS (33) di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi tersangka kasus prostitusi.

LS menjalin kerja sama dengan seorang mucikari berinisial NO (35) yang menjajakan sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) atau korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai dari yang usia 17 tahun sampai usia 31 tahun.

Dalam pengungkapan praktik prostitusi di tengah pandemi ini, LS karyawan vila menyasar para pengunjung atau wisatawan yang hendak menginap di vilanya.

Baca juga: Polisi Dapati 4 PSK Muda Sedang Layani Pria Hidung Belang Saat Gerebek Vila di Puncak Bogor

"Korban ini melayani tamu karena ada permintaan dari tersangka LS, ini salah satu karyawan (vila). LS ini menelepon seseorang atas nama NO yang selaku mucikarinya. NO inilah yang menyedikan," kata Kapolres Bogor AKBP Harun di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (22/1/2021).

Harun menuturkan bahwa tersangka LS menawar layanan PSK kepada hidung belang langsung di vila saat calon pelanggannya hendak menginap di vila.

Baca juga: Dua Ibu Hamil Tua Selamat dari Terjangan Banjir Bandang di Puncak Bogor, Begini Kondisi Mereka

"Mereka (hidung belang) menyewa vila kemudian mereka masuk nanti dari karyawan inilah yang menyambungkan ke mucikari. Ya, di lokasi," katanya.

Polres Bogor ungkap kasus prostitusi saat pandemi Covid-19 di sebuah vila
Polres Bogor ungkap kasus prostitusi saat pandemi Covid-19 di sebuah vila di kawasan Puncak wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Praktik prostitusi yang dilakukan NO dan LS ini, sudah berjalan selama 1 tahun dan tetap subur di tengah pandemi ini.

Baca juga: Menko PMK Bicara Dampak La Nina Saat Kunjungi Pengungsi Banjir Bandang di Puncak Bogor

Serta NO mengaku memiliki 6 PSK atau korban TPPO yang siap diantar ketika ada panggilan dari LS.

"Tidak ada unsur pemaksaan karena mereka saling mengenal antara NO dan korban. Korban sebagai saksi saja, korban tersebut kita kembalikan ke orang tuanya masing-masing," kata Harun.

Halaman
123
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved