Breaking News:

Bansos Lembaga Pendidikan Keagamaan di Tasikmalaya Diduga Disunat Hingga 50 Persen

Bansos berasal dari anggaran bantuan provinsi Jawa Barat tahun 2020 yang baru saja cair awal tahun ini

KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Ropik 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA -  Sebanyak 7 lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat meminta bantuan hukum ke LBH Ansor Nahdlatul Ulama (NU).

Ketujuh lembaga pendidikan itu merasa menjadi korban korupsi bansos provinsi tahun anggaran 2020 yang baru saja cair.

“Sesuai laporan mereka, ada dugaan para pemilik yayasan mendapat potongan 50 persen dari jumlah pagu pencairan dan bansos yang diterima.

Bansos berasal dari anggaran bantuan provinsi tahun 2020 yang baru saja cair awal tahun ini," kata Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Ropik kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Dugaan korupsi dana bansos sesuai informasi dari para penerima sekaligus para pimpinan lembaga pendidikan keagamaan.

Baca juga: Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kamar Indekos di Tasikmalaya, Bajunya Tersingkap Hingga Bagian Dada

Tiap lembaga pendidikan itu masing-masing menerima bansos antara Rp 300 sampai Rp 400 juta saat pencairan.

Saat tiba waktu pencairan, menurut Asep, tiap lembaga pendidikan didatangi para fasilitator pencairan dana.

Mereka kemudian meminta jatah 50 persen atau Rp 150 sampai Rp 200 juta.

Bahkan, mereka meminta jatah tambahan ke tiap lembaga penerima bantuan sebesar Rp 5 juta.

Mereka beralasan uang tersebut untuk penggantian biaya transportasi.

Baca juga: Jasa Transportasi Online Fast Hadir Ditengah Pandemi Covid-19

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved