Breaking News:

Di Kota Surabaya, Ada Keluarga Rela Gadaikan KTP dan KK Hanya untuk Bisa Makan, Ini Kisahnya

Kisah keluarga rela gadaikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) hanya untuk bisa makan datang dari Kota Surabaya.

surya.co.id/nuraini faiq
Ny Santi Marisa, warga Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, bersama anaknya menangis di Fraksi PDIP DPRD mengadukan kondisinya yang menggadaikan apa saja, termasuk KTP demi bisa makan, Senin (15/2/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kisah keluarga rela gadaikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) hanya untuk bisa makan datang dari Kota Surabaya.

Kondisi ini diketahui dialami oleh Ny Santi Marisa (33) dengan dua anaknya.

Ia merupakan Donorejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

Sedangkan kisahnya terungkap saat tangis Santi pecah ruangan Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, Senin (15/2/2021).

Dampak pandemi corona benar-benar menghimpit keluarga pekerja serabutan ini pada situasi sangat sulit.

Baca juga: Remaja 18 Jadi Mucikari, Buat Group FB Pasar Baru Lendir Online Surabaya, Jual Remaja 14 Tahun

Baca juga: Viral Banjir Seperti Air Susu di Sunter, Warga Tak Takut Gatal-Gatal

Betapa tidak , untuk sekadar makan, keluarga Santi harus menggadaikan apa saja yang dia miliki.

"HP saya gadaikan Rp 350.000. KK dan KTP juga," ucap Santi menahan tangis.

Santi harus melakukannya lantaran tidak ada lagi yang bisa buat makan sehari-hari.

Suaminya, Toha Mustofa, biasa bekerja serabutan jadi kuli proyek.

Selama pandemi tidak ada lagi pekerjaan.

Halaman
1234
Editor: Endra Kurniawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved