Breaking News:

Korban Banjir Kampung Benteng Karawang Mengemis di Jalanan, Mengaku Hasilnya untuk Beli Makanan

Pengungsi mengaku terpaksa "ngencleng', istilah mereka untuk kegiatan mengemis ini, karena bantuan yang mereka terima dari pemerintah tak mencukupi

Tribun Jabar
Korban Banjir di Tanjungmekar Karawang Mengemis, Bawa Kardus dan Kaleng Bekas, Buat Makan 

Namun, banjir kali ini, ujar Asman, terbilang sangat besar dibanding biasanya. Saat banjir menerjang, kedalaman air di kampungnya mencapai dua meteran.

"Lumpurnya saja hampir 30 sentimeter.

Di permukiman yang paling dekat Citarum, air bahkan bahkan masih menggenang," ujarnya.

Selain bahan makanan, kata Asman, para pengungsi juga memerlukan bantuan peralatan masak karena peralatan masak yang mereka punya hilang atau masih tertinggal di rumah mereka yang sempat terendam.

"Kalau bisa kami juga minta bantuan berupa uang," ujarnya.

Hal senada dikatakan Aminah (47), pengungsi lainnya. Mengemis atau ngencleng, ujarnya, semata ia lakukan untuk bertahan hidup. ia mengatakan, hampir semua pengungsi di sana melakukannya.

Baca juga: ANRI Buka Layanan Gratis Restorasi Dokumen Bagi Warga Jakarta Terdampak Banjir, Simak Ketentuannya

"Banyak juga, masing-masing warga. Yang ngungsi aja di sekitar (kampung) Benteng ini ada sekitar 150 orangan," kata Aminah.

Dari hasil ngencleng, Aminah mengaku bisa mendapatkan rata-rata Rp 50 ribu sehari. Uang itu ia gunakan membeli nasi bungkus. Untuk dia dan dua anaknya.

Ia mengatakan, rumah yang mereka tinggali masih terendam sekitar sentimeter. Rumahnya memang berbatasan langsung dengan Sungai Citarum. "Bantuan sempat ada, tetapi memang enggak cukup," katanya.

Pengungsi di Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. (Tribun Jabar)
Sudah Dibantu

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved