Minggu, 31 Agustus 2025

Mahasiswanya Gantung Diri, Unpad Buka Suara, Korban Sosok yang Cerdas & Tak Bermasalah di Kampus

Pihak Universitas Padjadjaran (Unpad) buka suara terkait tewasnya seorang mahasiswanya dengan cara gantung diri.

Editor: Endra Kurniawan
nst.com.my
Ilustrasi mahasiswa Unpad gantung diri di kamar kosnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak Universitas Padjadjaran (Unpad) buka suara terkait tewasnya seorang mahasiswanya dengan cara gantung diri.

Unpad menegaskan, korban GG (22) tidak memiliki masalah di kampus.

Baik terkait akademik maupun pergaulan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Jatinangor Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Indekos, Sempat Curah Soal Keluarga

Ia mengatakan pihak fakultas, hubungan mahasiswa itu dengan dosen pembimbing dan teman-temannya baik-baik saja.

"Komunikasi juga bagus dan yang bersangkutan tidak pernah mangkir registrasi setiap semester," ujarnya kepada Tribun Jabar melalui pesan singkat, Jumat (16/4/2021).

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa Fakultas Sastra Jerman semester akhir tersebut ditemukan tewas di kamar kosan di daerah Dusun Caringin, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (15/4/2021) pukul 10.00 WIB.

Menurut Dandi, kejadian yang menimpa mahasiswa Unpad itu sepertinya tidak ada sangkut pautnya dengan masalah akademik ataupun pergaulan di kampus.

Dandi mengatakan, setelah mendapat kabar adanya kejadian yang dialami mahasiswa itu, pimpinan Kampus Unpad turut mendampingi pihak keluarga saat hari kejadian.

"Telah memberikan tanda belasungkawa yang dalam kepada orang tua yang bersangkutan," katanya.

Dandi juga menyebut, mahasiswa itu selama mengikuti perkuliahan di Kampus Unpad diketahui merupakan mahasiswa yang cerdas dan memiliki IPK yang cukup tinggi.

"Kini yang bersangkutan diketahui tengah menyelesaikan skripsi," kata Dandi.

Baca juga: Sakit Sesak Napasnya Tak Kunjung Sembuh, Kakek 85 Tahun di Kediri Nekat Gantung Diri

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, mahasiswa itu kerap berbincang perihal perceraian orang tuanya.

Sebelumnya, korban diketahui sedang dalam pengobatan di dokter spesialis psikiater RSHS Bandung.

Eko mengatakan, saksi juga sempat mengetahui dari keterangan korban bahwa korban disarankan untuk dirawat karena diduga mengalami depresi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan