Polisi Amankan 100 Detenator dari Tangan Nelayan Flores Timur, Ini Modusnya
HSS diduga memiliki, menguasai dan membawa 100 batang detonator yang merupakan bahan peledak dalam kemasan satu kotak tanpa label
Editor:
Eko Sutriyanto
Para tersangka pembom ikan saat konferensi pers di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Senin (12/4/2021).
Dalam kurun waktu 4 bulan di tahun 2021 ini, Direktorat Polair Polda NTT sudah menangani 7 kasus.
"Hingga saat ini ada 4 kasus sudah P21," ujarnya.
Dari 7 kasus ini 6 kasus merupakan kasus perikanan yakni 4 kasus bahan peledak dan 2 kasus karena dokumen perijinan pelayaran.
ia mengajak masyarakat sama-sama menghilangkan tradisi mencari dan menangkap ikan dengan bom karena berdampak besari yakni kerusakan ekosistem laut.
"Jika dibiarkan maka akan merusak terumbu karang. mari kita sama-sama menjaga laut kita," ujarnya.
Direktorat Polair dan jajrannya juga rutin mendatangi kapal-kapal dan nelayan-nelayan serta mengintensifkan patroli dan menindak lanjuti laporan masyarakat.
Diakui pula mereka memiliki sarana dan personil terbatas untuk menjangkau 1.129 pulau di NTT, namun pihaknya berusaha semaksimal mungkin menghalangi adanya praktek penangkapan ikan dengan bom.