Breaking News:

Nasib Dosen di Jember yang Lecehkan Keponakan Modus Terapi Payudara, Ditahan & Terancam Bui 15 Tahun

Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kasus pelecehan anak di bawah umur yang melibatkan dosen perguruan tinggi negeri di Jember.

TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
Rilis kasus penahanan dosen perguruan tinggi negeri di Mapolres Jember, Kamis (6/5/2021). 

Tersangka RH beralasan keponakannya sakit sehingga harus diterapi.

Terapi yang dimaksudnya adalah terapi kanker payudara.

Baca juga: Bocah di Klaten Dilecehkan Ayah Tiri dan 2 Pria Dewasa, Terbongkar saat Korban Mengadu ke Ibu

"Modusnya terapi penyakit tertentu, namun kenyataannya melakukan tindakan pelecehan. Sementara korban tidak sakit itu," imbuhnya.

Perbuatan pelecehan dilakukan tersangka sebanyak dua kali.

Perbuatan kedua berhasil direkam oleh korban memakai ponsel.

Perekaman dilakukan dalam mode suara, bukan video.

Kini rekaman dalam ponsel itu menjadi salah satu barang bukti.

Setelah menahan RH, polisi segera berkoordinasi dengan jaksa Kejari Jember untuk proses tahapan selanjutnya.

Seperti diberitakan, pada akhir Maret lalu, seorang ibu rumah tangga melapor ke Polres Jember.

Baca juga: YouTuber di Kediri Lecehkan Wanita, Buat Korban Tak Sadarkan Diri dengan Video Hipnotis

Laporan itu ada dugaan perbuatan pelecehan yang dilakukan RH kepada anak ibu tersebut, yang juga keponakan RH.

Halaman
123
Editor: Endra Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved