Breaking News:

Kisah Kiai Busyro Syuhada, Jawara Asal Banjarnegara Guru Silat Jenderal Soedirman

Pusara di sebuah lahan sempit yang berada di belakang masjid Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, menyimpan sebuah cerita sejarah.

Istimewa/ Tribunpantura.com
Makam Kiai Busyro Syuhada guru Jenderal Soedirman di Desa Binorong Kecamatan Bawang Banjarnegara. 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA - Pusara di sebuah lahan sempit yang berada di belakang masjid Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah menyimpan sebuah cerita sejarah.

Di tempat tersebut, diketahui Kiai Busyro Syuhada, pendekar silat yang melegenda dimakamkan.

Tak ada beda makam tokoh tersebut dengan makam lain di sekitarnya.

Hanya batu nisan tua yang menancap di pusaranya.

Tidak ada bangunan atau pagar yang menandai kekeramatannya.

Rumput liar tumbuh subur menutupi permukaan lahan.

Meski namanya kurang populer, Mbah Busyro nyatanya telah melahirkan banyak tokoh pendekar, di antaranya pahlawan nasional Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Bukan hanya memiliki kemampuan militer dan taktik perang, Soedirman rupanya juga membekali dirinya dengan ilmu bela diri dan spiritual.

Baca juga: KKP: Perikanan Budidaya Tumbuhkan Perekonomian Daerah di Banjarnegara

Untuk urusan itu, Jenderal Soedirman harus mengakui kehebatan Busyro Syuhada, jawara silat di zaman kolonial.

Hingga ia memutuskan pergi ke Banjarnegara untuk menemui sang jawara.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved