Dua dari 3 Pembunuh Guru SD di Toba Kabur ke Medan, Diduga Ongkosnya Hasil Gadaikan Motor Curian
Tersangka berpisah di Kota Balige dan mencari jalan masing-masing 2 tersangka menuju Medan dan satu tersangka masih dalam pencarian polisi
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Medan Maurits Pardosi
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tiga tersangka pencuri yang membantai guru SD Marta Butarbutar di rumahnya, pergi ke Simangkok, Kecamatan Parmaksian, Toba menggadai sepeda motor hasil curian.
"Setelah korban tidak berdaya, dan benar-benar tidak ada pergerakan lagi, kemudian tersangka YPT membuka pintu rumah korban.
Dan, ketiganya langsung melarikan diri," ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Jumat (28/5/2021).
"Setelah melarikan diri dari Desa Lumban Lobu, kemudian tiga tersangka langsung menuju Desa Simangkok, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.
Mereka ingin menggadaikan sepeda motor yang mereka pakai," sambungnya.
Diperkirakan uang gadai sepeda motor ini menjadi ongkos mereka untuk melarikan diri keluar dari Toba untuk menghilangkan jejak.
Baca juga: Kepala Rutan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan Diperiksa sebagai Saksi Terkait Penjualan Vaksin Ilegal
"Mereka ingin gadaikan sepeda motor yang mereka pakai itu.
Setibanya di Parmaksian, mereka tidak dapat uang.
Lalu mereka menuju Laguboti.
Ketiga tersangka menuju Laguboti dengan tujuan yang sama, menggadaikan sepeda motor.
Terlihat, bahwa sepeda motor yang mereka gadaikan tidak memiliki nomor polisi.
"Setelah itu, ketiga tersangka melarikan diri ke daerah Laguboti dan menggadaikan sepeda motor tersebut.
Lalu, mereka berangkat ke Kota Balige," sambungnya.
Baca juga: Pembunuhan Bu Guru SD di Toba Ternyata Bermotif Pencurian, Seorang Pelakunya Masih Berusia 16 Tahun
Tersangka berpisah di Kota Balige dan mencari jalan masing-masing.