Rabu, 27 Mei 2026

Wawancara Eksklusif

Kepala BNN Bali, Pada Masa Pandemi Kasus Narkoba Malah Marak (1)

BNN Bali menerapkan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba antaraa lain melalui media sosial.

Tayang:
Editor: cecep burdansyah
Tribun Bali/Eka Mitra Saputra
Kepala BNN Bali, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si. saat diwawancarai Pemred Tribun Bali, Soenarko. 

Kita edukasi melalui visual lewat media sosial. Program edukasi ini penting.

Salah-satunya untuk memberitahu  bahwa korban penyalahgunaan narkoba bisa datang sukarela ke BNN dan tidak ditangkap, justru akan direhabilitasi gratis dengan dibiayai negara dan privasinya dijamin.

Kalau kita menekan suplai narkoba, kita sasar pengedarnya, bandarnya.

Tapi, di sisi lain kan ada juga demand atau kebutuhan, itu harus ditekan juga. Kita menangkap orang di sisi suplai, tapi kalau korban penyalahgunaan belum direhab ya tetap akan memakai.

Oleh karena itu, kita mengajak masyarakat Bali, siapapun yang ada di keluarga atau lingkungannya menjadi pengguna, jangan dikucilkan dia.

Antar ke BNNP, nanti akan dilakukan asesmen dan rehabilitasi. Tetapi, lain cerita kalau saat memakai, mereka ditangkap oleh petugas. Ya pasti akan melalui proses hukum.

Lantas apa pendekatan ketiga?

Pendekatan ketiga adalah smart power. Yakni, dalam  mengungkap jaringan kasus kejahatan narkotika, BNN mengikuti dan memanfaatkan teknologi.

Pasalnya,  kejahatan peredaran narkoba kini sudah merambah ke ruang digital, melalui media sosial.

Di sini kita harus selangkah lebih maju, tidak boleh ketinggalan teknologi, harus sejalan dengan kemajuan teknologi artificial intelligence, big data, kita harus ikuti.

Pendekatan kepada generasi milenial, salah satunya dengan mengenali kebiasaan dan gaya hidup mereka.

Seperti apa tren penyalahgunaan narkoba di masa pandemi Covid-19, khususnya di Bali, yang Anda ketahui?

Ada sesuatu yang berubah sebagai akibat dari pandemi terhadap pengguna narkoba. Beberapa bulan terakhir ini saya mengindikasikan banyak sekali kasus narkoba yang terkait dengan dampak pandemi.

Pada masa pandemi petugas mengungkap, antara lain kasus seniman, pemusik yang dulu biasanya sebagai pengguna kini jadi pengedar pula.

Dulu sebelum pandemi, mereka masih memiliki pekerjaan karena pariwisata berkembang. Mereka mendapatkan penghasilan dari bermain musik atau berkesenian, misalnya di tempat-tempat hiburan dan lain-lain.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved