Breaking News:

Diprakarsai KSAD Jenderal Andika, Begini Wajah Baru Rumah Dinas Estetis bagi Prajurit Yonif 403/WP

Ibnu mengatakan pembangunan rumah dinas tersebut akan menjadi dukungan moril tersendiri bagi prajurit yang sedang bertugas

ist
69 unit rumah dinas dan fasilitas lain di Yonif 403 Harseno Lukita direnovasi 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) mengatakan pihaknya terus memberikan yang terbaik bagi para prajurit di seluruh Indonesia, termasuk bagi Batalion Infanteri 403/Wirasada Pratista di Yogyakarta.

Adapun para prajurit di sana kini tengah melaksanakan tugas di Papua.

"Sebelum anggota berangkat, perumahan itu sudah mulai dibangun," kata Komandan Korem (Danrem) 072 Pamungkas Yogyakarta Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ibnu Bintang Setiawan di kantornya, Yogyakarta, Kamis (24/6/202).

Ibnu mengatakan pembangunan rumah dinas tersebut akan menjadi dukungan moril tersendiri bagi prajurit yang sedang bertugas.

Dengan begitu, Ibnu meyakini para prajurit  kembali ke Yogyakarta dalam kondisi sehat. "Dan mereka kembali akan menempati rumah baru," tambahnya.

Baca juga: KSAL Laksamana Yudo Margono Ancam Pecat Prajurit TNI AL Jika Terbukti LGBT

Di kesempatan yang sama, pelaksana pembangunan rumah dinas di Yonif 403 Harseno Lukita mengatakan terdapat 69 unit rumah dinas dan fasilitas lain yang tengah direnovasi.

"Anggaran Rp35 miliar pada 2020. Untuk 2021, ada 90 rumah dinas, barak, dan sejumlah fasilitas pendukung bagi prajurit dan memakan biaya Rp50 miliar," kata Seni, panggilan akrabnya.

Dia mengatakan sebelum direnovasi, awalnya rumah dinas tipe 36 tersebut dalam kondisi plafon hingga atap sudah bocor.

Seno masih ingat pesan KSAD Jenderal Andika Perkasa yang menjadi pemrakarsa agar pembangunan rumah dinas tersebut menguatkan nilai-nilai estetika, seperti menambahkan variasi batu alam di salah satu bagian rumah.

Tribunnews berkesempatan melihat langsung di lapangan bagaimana proses pembangunan rumah bagi para prajurit ini.

Pantauan di lapangan, sejumlah rumah sudah terlihat siap huni dengan arsitektur modern layaknya rumah-rumah di cluster. Bebatuan alam menghiasi dinding halaman, dan kanopi dipasang sebagai penutup lahan parkir di masing-masing rumah.

"Saat kita mau mengubah bangunan ini, kita enggak boleh buang strukturnya. Maksudnya jadi kita desainnya dengan Pak KSAD juga itu bagaimana supaya anggota bisa nyaman," pungkasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved