Breaking News:

Kejang-kejang dan Mulut Berbusa, Polisi Berpangkat Ipda di Makassar Meninggal di Panti Pijat

Ipda EP (41), anggota Polres Asmar Papua, meninggal dunia setelah mengalami kejang-kejang dan mulut berbusa di panti pijat

Editor: Sanusi
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

"Namun saat sampai di RS Daya, nyawa pria tersebut (Ipda EP) tidak tertolong," sambungnya.

Rujiyanto mengatakan pihaknya telah meminta keterangan kronologi kejadian kepada saksi pihak karyawan panti pijat.

"Hasil interogasi awal terhadap saksi S (34) karyawan panti pijat awalnya korban EP datang ke panti pijat siang hari untuk pijat saat menunggu di ruang lobi, korban EP mengaku kepalanya pusing, tiba-tiba mata korban melotot dan tubuh korban kejang-kejang," bebernya.

Selain itu, lanjut Rujiyanto, mulut Ipda EP juga mengeluarkan busa sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Rujiyanto juga membenarkan status pekerjaan EP sebagai anggota Polri yang bertugas di Polres Asmat.

Kasus polisi meninggal di panti pijat ini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Punya riwayat penyakit

Rujiyanto juga mengkonfirmasi adanya riwayat penyakit yang diderita almarhum.

"Adapun korban EP sudah berada di Kota Makassar sejak dua tahun silam dalam rangka berobat dikarenakan korban EP mengalami penyakit gagal ginjal dan diharuskan menjalani cuci darah," kata Rujiyanto.

Selama menjalani pengobatan di Kota Makassar, EP lanjut Rujiyanto, tinggal bersama anaknya.

"Sehari-hari korban tinggal bersama anak sulungnya di Perumahan Telkomas," ujar Rujiyanto.

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com dengan judul Sempat Kejang-kejang dan Mulut Berbusa, Polisi Berpangkat Ipda Meninggal di Panti Pijat

Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved