Breaking News:

Tunggak Pajak Rp 2,4 Miliar, Tanah Seluas 2.048 m2 Disita KPP Pratama Kupang

Penyitaan dilakukan karena penanggung pajak diragukan itikad baiknya dalam melunasi tunggakan pajak.

Dok KPP Pratama Kupang
KPP pratama Kupang saat melakukan penyitaan aset. 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Sebidang tanah seluas 2.048 m2 di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang disita Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang.

Aset yang disita itu milik CV PJU.

Aset itu disita lantaran Wajib Pajak dengan bidang usaha konstruksi bangunan itu menunggak pajak senilai Rp 2,4 miliar.

Jurusita Pajak Negara KPP Pratama Kupang Andre Rizaldy mengatakan, penyitaan dilakukan karena penanggung pajak diragukan itikad baiknya dalam melunasi tunggakan pajak.

Menurut Andre, upaya persuasif telah dilakukan sebelum penyitaan.

Ia menegaskan, penyitaan sesuai dengan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

"Penyitaan ini kami lakukan karena dalam jangka waktu 2 x 24 jam setelah pemberitahuan Surat Paksa, penanggung pajak tetap tidak melunasi utang pajaknya," tandas Andre.

Penyitaan aset Wajib Pajak merupakan salah satu tahap dari rangkaian tindakan penagihan yang dilakukan oleh Jurusita Pajak.

Tindakan ini bertujuan untuk menguasai barang penanggung pajak guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Aktris Ternama China Vicky Zhao Didenda Rp 650 Miliar Karena Penggelapan Pajak

Sebelum dilakukan tindakan penyitaan, kepada Wajib Pajak disampaikan Surat Teguran dan dilanjutkan dengan penyampaian Surat Paksa, apabila dalam jangka waktu 21 hari sejak Surat Teguran disampaikan Wajib Pajak belum juga melunasi utang pajaknya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved