Breaking News:

Fakta Wanita di Bandung Barat Tak Tidur 7 Tahun, Obat Tak Mempan hingga Tanggapan Psikolog

Gejala ibunya mulai tidak bisa tidur memang sudah terjadi sejak tahun 2014, tetapi saat itu masih bisa tidur sekitar satu hingga 2 jam saja

Tribun Jabar
Cucu (45), warga Kampung Warung Jati, RW 05/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu sudah tidak bisa tidur sejak tahun 2014 yang hingga saat ini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Cucu (45), warga Kampung Warung Jati, RW 05/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu sudah tidak bisa tidur sejak tahun 2014 yang hingga saat ini.

Anehnya hingga saat ini yang penyebabnya masih belum diketahui.

Kondisi Cucu  ini membuat Dadan Supriatna (26) bersama adiknya pun harus merawat ibunya itu yang kini sudah terbaring lemah.

Berikut fakta-faktanya :

1. Tak mempan diberi obat tidur 

Dadan mengatakan, gejala ibunya mulai tidak bisa tidur memang sudah terjadi sejak tahun 2014, tetapi saat itu masih bisa tidur sekitar satu hingga 2 jam saja.

"Pertama berobat tahun 2014 masih bisa tidur, nah setelah itu total tidak bisa tidur dan obat juga tidak mempan," ujar Dadan saat ditemui di rumahnya, Selasa (31/8/2021).

Ia mengatakan, setelah itu ibunya langsung dibawa ke salah satu RS di Kota Bandung untuk scanning dengan cara dibius.

Baca juga: Posisi Tidur Aurel Hermansyah Saat Hamil Bikin Pegal Atta Halilintar

Namun, hingga saat ini belum diketahui penyebab ibunya tidak bisa tidur itu.

"Sudah tiga kali berangkat tapi tidak ada hasil, pas dua kali dibius juga tetap gak bisa tidur.

Padahal kan kalau orang lain satu kali dibius juga langsung gak sadar," katanya.

2. Tak bisa tidur dan terlihat gelisah 

Setelah itu, Dadan pun melihat ibunya tidak bisa tidur setiap malam dengan kondisi gelisah dan matanya terus melek layaknya orang yang tidak mengantuk, sehingga kondisi itu membuatnya merasa sedih.

"Iya sedih pasti, karena disaat saya merasakan ngantuk terus tidur, tapi ibu saya sama sekali gak bisa tidur," ucap Dadan.

3. Kedua tangan dan leher bergerak sendiri

Kesedihan Dadan semakin bertambah disaat kondisi ibunya dalam tujuh bulan terakhir ini malah semakin parah karena kedua kaki tangan dan lehernya selalu bergerak sendiri.

"Saya gak tega lihat ibu seperti itu, mudah-mudah segera ada solusi," katanya.

4. Terima bantuan desa 

Kasi Kesra Desa Ciptagumati, Ahmad Sutisna mengatakan, pihak desa memang sudah mengetahui dan mendapat informasi bahwa Cucu tidak bisa tidur selama 7 tahun sampai saat ini.

"Kalau sudah tahu begini, Insya Allah pihak desa akan memberikan bantuan semampunya dan akan mencarikan solusi karena kan kondisi seperti ini sangat jarang sekali," kata Ahmad.

5. Tak merasakan nikmatnya tidur 

Selama itu, Cucu sudah sama sekali tidak pernah merasakan nikmatnya tidur, baik saat siang hari maupun saat malam hari.

Hingga saat ini, ibu dua anak tersebut tidak bisa tidur sama sekali layaknya orang lain.

Cucu mengatakan, kondisi tidak bisa tidur itu bermula saat dia terus merasa gelisah setiap hendak tidur pada tahun 2014.

Akibat kondisi itu, setiap malamnya dia pun hanya bisa tidur 2 hingga 3 jam.

"Awalnya gak bisa tidur sejak tahun 2014, saking keselnya gak tidur-tidur, saya sekarang kadang jalan-jalan jam 1 malam karena mau tidur juga malah gelisah," ujar Cucu saat ditemui di kediamannya, Selasa (31/8/2021).

6. Tak tahu penyakitnya

Kini, Cucu merasa bingung dengan kondisinya itu karena sama sekali tak mengerti jenis penyakit apa yang dialaminya.

Apalagi selama ini Cucu tidak merasakan gejala penyakit apa pun.

Tentang penyebab kegelisahan setiap kali akan tidur, Cucu juga tidak mengetahui penyebab pastinya karena dia pun tidak pernah memikirkan masalah apa pun.

"Saya juga gak tahu bisa gelisah kenapa. Setahu saya tidak memikirkan apa pun.

Tapi anehnya gelisah dan itu menyebabkan saya jadi gak bisa tidur," katanya.

Saat ditanya faktor lain yang mungkin menyebabkan dia tidak bisa tidur, Cucu mengaku sempat jatuh dan kepalanya terbentur.

Baca juga: Kuasa Hukum Nicholas Sean Sebut Anak Ahok Tahu Ayu Thalia Jatuh, tapi Tegaskan Tak Ada Kontak Fisik

Namun, kejadian tersebut belum bisa dipastikan menjadi salah satu penyebabnya, apalagi kejadiannya sudah sangat lama.

"Memang dulu sempat jatuh di bagian kepala, tapi sudah lama."

"Pokoknya waktu anak kedua saya masih kecil, saya juga lupa tahun berapa. Tapi pas jatuh itu ya normal aja setelahnya," ucap Cucu.

Selama tujuh bulan terakhir, kata Cucu, kondisi badannya semakin tak karuan sehingga ia pun hanya bisa berbaring lemas di kasur karena untuk sekadar jalan pun sudah tidak normal seperti biasanya.

Cucu kini terpaksa tinggal bersama anak pertamanya di Kampung Pasirhalang, RT 02/14, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB, agar dia bisa dirawat oleh kedua anaknya di saat suaminya bekerja.

Ia mengatakan, setelah merasa kondisinya tidak normal dia memutuskan untuk berobat ke RSUD Cikalongwetan sekitar tahun 2014 dan saat itu ia diberikan obat tidur.

Setelah mengonsumsi obat tersebut, Cucu sedikit demi sedikit mulai kembali dapat merasakan kantuk dan tertidur karena merasa lebih tenang meskipun dia tetap tidak bisa tidur normal dan lama.

"Setelah dikasih obat itu agak lumayan, jadi bisa lebih tenang tapi gak bisa tidur lama."

"Tapi sekarang mau jalan juga malah jadi miring badannya dan kalau duduk atau berbaring, kaki sama tangan gerak-gerak sendiri," katanya. 

7. Tanggapan psikolog 

Psikolog sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), Stephani Raihana Hamdan, S.Psi, M.Psi, menilai ada banyak faktor yang menyebabkan Cucu (45) tidak bisa tidur selama 7 tahun.

Menurut Stephani, biasanya faktor yang menyebabkan seseorang tidak bisa tidur itu banyak didasari faktor psikologis seperti adanya kecemasan, dan masalah emosi hingga akhirnya dia tidak bisa tidur nyenyak, maupun tidak bisa tidur sama sekali.

"Jadi memang ada faktor psikologis, tapi harus dicek secara medis dulu karena bisa jadi ada faktor biologis. Kalau mau pasti, harus ada pemeriksaan yang lengkap oleh ahli bahwa gangguan tidurnya seperti apa karena normalnya manusia harus tidur," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (2/9/2021).

Stephani mengatakan, jika seseorang tidak bisa tidur sama sekali layaknya orang lain, maka dampaknya akan ada masalah biologis, kemudian kondisi gangguan psikologisnya akan semakin berat.

"Misalnya orang itu stres kemudian tidak bisa tidur, jadi ada proses yang tidak berjalan karena tidur itu kalau secara alamiahnya bagian dari merelaksasi badan untuk memulihkan kembali tenaga agar bisa menyelesaikan masalahnya," kata Stephani.

Sementara terkait rasa gelisah yang dialami Cucu saat akan tidur, Stephani mengatakan, kondisi tersebut memang harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau bahasanya gelisah, harus diketahui dulu intensitas gelisah itu kaya apa dan sebagainya. Terus dari aspek pemikiran, emosi, dan perilakunya bagaimana, memang harus ada pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved