Breaking News:

Virus Corona

Pandemi Dominasi Sebab Perceraian di Lamongan, Bulan Ini 455 Wanita Bakal Jadi Janda

Penyebab banyaknya PHK dan orang kehilangan pekerjaan ini karena pandemi yang terjadi selama setahun lebih.

IST
ilustrasi cerai 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Banyaknya orang kehilangan pekerjaan di Lamongan, Jawa Timur, mengakibatkan tingginya angka perceraian di kabupaten tersebut.

Penyebab banyaknya PHK atau orang kehilangan pekerjaan ini akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama setahun lebih.

Meski bukan satu-satunya pemicu, selama pandemi ini angka perceraian dan permintaan dispensasi nikah di Lamongan masih sangat tinggi.

Sampai akhir Agustus 2021, ada ratusan kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Lamongan.

Baca juga: Satgas Khusus Covid-19 Israel Minta Pengadaan Vaksin Dosis Keempat untuk Warganya

Berdasarkan data laporan dari PA kelas IA Lamongan, hingga akhir Agustus 2021, tercatat ada 455 kasus perceraian, yang terdiri dari 142 cerai talak dan 313 cerai gugat.

Artinya, mayoritas penggugat cerai adalah pihak istri.

Tingginya angka perceraian itu karena dipicu faktor ekonomi.

Artinya, kondisi ekonomi yang terpuruk memudahkan kedua pasangan tersulut amarah.

Baca juga: PPKM Level 2-4 Berakhir Senin Besok, Diperpanjang Lagi atau Dilonggarkan? Ini Data Kasus Covid-19

Sementara kasus perceraian didominasi oleh usia antara 30 sampai 40 tahun.

Disusul usia 45 sampai 50 tahun, dan selebihnya 50 tahun ke atas.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved