Selasa, 26 Mei 2026

Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar, Arahnya ke Barat Daya

Kamis (9/9/2021) dini hari, tepatnya pukul 00.00-06.00 WIB, Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar 11 kali jarak luncur maksimum sejauh 1,5 km

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
AGUNG SUPRIYANTO/AFP
PIJAR - Guguran lava pijar dari puncak Merapi terpantau dari Tunggularum, Turi, Sleman, Kamis (9/9/2021). Merapi masih berada di level III atau Siaga. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Yuwantoro Winduajie 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida merinci, sepanjang pukul 18.00-24.00 WIB Rabu (8/9/2021) lalu, Merapi terpantau meluncurkan 35 kali guguran lava pijar. Jarak luncur maksimum teramati sejauh 1,5 km.

Seluruhnya mengarah ke barat daya. Kemudian pada Kamis (9/9/2021) dini hari, tepatnya pukul 00.00-06.00 WIB, Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar.

Kali ini sebanyak 11 kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 1,5 km dan seluruhnya mengarah ke barat daya.

Namun, hingga petang kemarin aktivitas vulkanik Merapi mulai melandai.

Tak teramati adanya erupsi sepanjang periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Lebih jauh, hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca di sekitar Merapi adalah berawan.

"Angin bertiup sedang ke arah barat. Suhu udara 17-22° C, kelembaban udara 55-862 %, dan tekanan udara 654-719 mmHg," beber Hanik.

Baca juga: Terjadi Kebakaran Hutan di Lereng Akibat Semburan Lava Pijar Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Menimbang hasil pengamatan itu status Gunung Merapi saat ini tetap berada di level III atau Siaga.

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga perlu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," bebernya. (tro)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Gunung Merapi Luncurkan 46 Guguran Dalam 12 Jam

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved