Breaking News:

Akhir Pekan Ini Berlaku Kebijakan Ganjil Genap di Jalan Malioboro 

Pekan ini rekayasa lalu lintas ganjil genap di Kota Yogyakarta, khususnya Jalan Malioboro dan obyek wisata resmi diberlakukan.

Tribunjogja.com/Bramasto Adhy
Papan Jalan Malioboro 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Pekan ini rekayasa lalu lintas ganjil genap di Kota Yogyakarta, khususnya Jalan Malioboro dan obyek wisata resmi diberlakukan.

Penerapan ganjil genap itu ditandai dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan Operasi Patuh Progo 2021 Polresta Yogyakarta, Senin (20/9/2021) pagi.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, Operasi Patuh Progo 2021 berlaku mulai hari ini Senin 20 September hingga Minggu 3 Oktober 2021.

Baca juga: Periksa 6 Saksi, Identitas Terduga Pelaku yang Sebabkan Sungai di Klaten Mendadak Merah Terungkap

Bersamaan dengan itu, penerapan rekayasa lalu lintas ganjil genap di Jalan Malioboro dan destinasi wisata juga resmi diberlakukan.

"Yang Malioboro sebenarnya sudah mulai kemarin. Baru percobaan, tapi kami evaluasi. Jadi kami sudah siapkan ada tiga pos yakni Pos Tugu, Kretek, dan Gardu Anim," katanya, seuasi apel gelar pasukan ops patuh progo 2021 di Polrestas Yogyakarta.

Dengan begitu, lanjut Purwadi, mulai pekan ini khususnya di hari Sabtu dan Minggu penerapan rekayasa lalu lintas ganjil genap sudah siap dilaksanakan.

Nantinya, pada tanggal genap misalnya Sabtu (25/9/2021) yang akan datang merupakan tanggal ganjil, maka kendaraan yang boleh melintas di Jalan Malioboro dan tiga destinasi wisata yang sudah dibuka haruslah berplat ganjil.

"Jadi kami coba kendaraan yang masuk Malioboro untuk tanggal ganjil ya kendaraan ganjil, untuk tanggal genap ya kendaraan genap," terang Purwadi.

Baca juga: Bukan Cuma Diundang ke Istana, Suroto Juga Dapat Kiriman 20 Ton Jagung dari Presiden Jokowi

Baca juga: Jual Alat Rapid Test Hibah Rp 150 Ribu, Kadiskes Meranti Dijebloskan ke Tahanan Polda Riau 

Rekayasa ganjil genap berlaku bagi semua kendaraan, baik kendaraan pribadi roda empat maupun roda dua.

"Semua kendaraan, kalau dilihat dari kondisi sekarang yang namanya wisata kan gak hanya pakai kendaraan roda empat, apalagi setiap malam minggu sudah ada ratusan bus masuk artinya Jogja sudah menggeliat," terang Purwadi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved