Rombongan SMK di Medan Kecelakaan di Jalan Tol: Mobil Terguling, Sopir Meninggal Dunia
Sri selamat dari kecelakaan yang terjadi persisnya di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai
Editor:
Erik S
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Sufi Sri Rahma adalah guru di SMK Taruna Tekno Nusantara Medan merupakan korban kecelakaan di tol Tebingtinggi-Medan Km 68,800 Sumatera Utara.
Sri selamat dari kecelakaan yang terjadi persisnya di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai.
Saat diwawancarai, Sri mengaku masih merasakan sakit di bagian tubuh kanan dan lehernya.
"Badan di sebelah kanan ini semuanya sulit digerakkan. Leher pun sakit, sama kepala agak pusing," kata Sri di kediamannya Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (1/11/2021).
Karena Sri termasuk orang yang takut jarum suntik, dia pun lebih memilih menjalani pengobatan herbal.
Baca juga: Saksi Mata Kecelakaan Beruntun di Ciputat: Terdengar Suara Hantaman Kencang
"Saya enggak mau dirawat di rumah sakit. Takut suntik soalnya," katanya sambil tersenyum.
Ia yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Trianda Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai ini kemudian dibawa keluarga RSUP Adam Malik Medan.
"Ini lah masih menunggu hasil pemeriksaan scannernya," sebutnya.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Ciputat Libatkan 10 Kendaraan, Diduga Akibat Truk Tronton Rem Blong
Mengenai tragedi kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (30/10/2021) kemarin itu, Sri menjelaskan dia dan rombongan saat itu menumpangi mobil Toyota Avanza BK 1605 KW, hendak pulang ke Kota Medan dari Siantar.
Di dalam mobil, Sufi berada di depan bersama sopir yang meninggal, yakni Kurniawan (45).
Sementara enam muridnya berada di barisan belakang.
Saat sedang dalam perjalanan, tiba - tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari ban belakang mobil.
"Di lokasi itu, tiba - tiba ban belakang mobil kami pecah. Di situ murid - murid berteriak di dalam mobil," terangnya.
Baca juga: 11 Mobil Alami Kecelakaan di Tol Jakarta - Cikampek, Dua Orang Luka
Saat itu, mobil dalam kondisi kencang dan ia sempat melihat speedometer mobil yang melaju 100km/jam.
Seketika, sopir kemudian banting setir ke arah kanan dan terguling.