Selasa, 2 Juni 2026

Liputan Khusus

Pencuri Tanam GPS dalam Mobil Target, Tukang Kunci bisa Kloning Chip

Para pencuri mobil makin canggih. Modus menanamkan GPS bisa membuat pemilik mobil lengah dan pencuri dengan mudah melakukan aksinya.

Tayang:
Editor: cecep burdansyah
Instagram/@adriaansr_
Mobil Toyota keluaran terbaru sudah menggunakan teknologi immobilizer dan keyless, sehingga tidak mudah dicuri. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG, TRIBUN - Pelaku pencurian mobil makin pintar seiring kecanggihan peralatan pada mobil itu sendiri. Modus yang digunakan yakni menempelkan GPS pada kendaraan yang diincar.

Ketika berada di posisi yang tepat, pencuri atau pemetik segera beraksi curi mobil tersebut saat pemilik lengah. Dan si pemetik pun sudah punya jaringan, penadah dan "pemesan" di daerah lain.

Seorang informan, sebut saja Tarno yang ditemui Tribunjateng.com mengatakan, beberapa mobil curian di Kota Semarang kemudian dijual di kawasan Kabupaten Wonosobo.

"Sebenarnya ada banyak. Demak dan Kudus itu juga ada penadahnya. Tapi yang di Wonosobo, jaringan lebih kuat dan terorganisir," kata Tarno yang juga pengusaha rental.

Dia menuturkan, kendaraan rental miliknya pernah dijual atau dilarikan oleh penyewa. Bersyukur kendaraan itu berhasil ditemukan dalam kondisi utuh. Hasil mobil curian ada dua pilihan, dijual glondongan utuh atau dikampak (kanibal per bagian).

"Cari saja mobil bodong (tanpa surat) di Facebook banyak. Biasanya yang cari mobil bodong memang digunakan untuk transportasi di desa, maupun kendaraan balap atau kontes. Polisi tidak mungkin cek kelengkapan suratnya," kata Tarno.

Dikatakannya, saat mobil miliknya dilarikan oleh penyewa, berhasil dideteksi lokasi menggunakan GPS yang terpasang di kendaraan tersebut. Dia bersyukur GPS masih berfungsi. Sebab pencuri zaman sekarang punya alat untuk merusak GPS yang terpasang.

"Gampang. Tidak ada 30 menit sinyal GPS sudah hilang. Tapi biasanya mobil dibawa ke daerah lereng gunung dulu. Kalau yang dekat sini di lereng gunung Telomoyo pasti sinyal GPS hilang. Nanti tinggal komplotan mereka bongkar sebentar selesai," terangnya.

Maka sebaiknya pembeli mobil bekas/seken lebih jeli dan teliti mencermati kendaraannya sebelum transaksi. Jangan sampai ada GPS yang tertanam di dalam mobil tanpa sepengetahuannya. Sehingga orang lain bisa mendeteksi lokasi di mana mobil tersebut berada. Mobil modern memang sudah ada keyless dan immobilizer bawaan dari pabriknya. Dan hanya pemilik saja pemegang kendalinya.

Baca juga: Bupati Anwar Sadat Jadikan Tanjung Jebung Barat Surga Pinang

Keyless dan Immobilizer

Sales & Marketing Nasmoco Pemuda Semarang, Didik Nalogo, menjelaskan mobil Toyota keluaran terbaru sudah menggunakan teknologi immobilizer dan keyless. Tujuannya untuk menjaga mobil tetap aman dari tangan pencuri.

"Sedangkan untuk mobil Lexus dan Toyota CHR ada fitur namanya intracen sensor atau sensor gerak. Jadi ketika ada gerakan di dalam mobil tapi kuncinya tidak di dekat situ, maka sensor akan mengirimkan sinyal peringatan berupa alarm," jelasnya.

Menurut Didik, fitur immobilizer adalah sebuah sistem anti maling yang dapat bekerja, yaitu mencegah mesin hidup karena kunci kontak tidak sesuai. Bahkan ketika pattern kunci itu sendiri sama pun mesin tetap tidak hidup. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan variasi gelombang radio sebagai identitas kunci pada mobil.

"Dengan adanya sistem ini, maka hanya ada satu kunci kontak saja yang bisa digunakan untuk menyalakan mesin. Meskipun lubang ignition key dapat dimasuki oleh semua kunci," terangnya.

Teknologi keyless pada mobil yang terintegrasi dengan immobilizer juga masih ada titik lemahnya. Yaitu ketika kunci asli dikloning kodenya oleh ahli kunci yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved