Breaking News:

Oknum Polres Bener Meriah Diduga Aniaya Tahanan hingga Tewas, Keluarga Lapor ke Polda Aceh

Setelah ditangkap polisi terkait gugaan kasus penadahan,  Saifullah (46) diketahui meninggal dunia.

Editor: Erik S
NST
ilustrasi Setelah ditangkap polisi terkait gugaan kasus penadahan,  Saifullah (46) diketahui meninggal dunia. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH -  Setelah ditangkap polisi terkait gugaan kasus penadahan,  Saifullah (46) diketahui meninggal dunia.

WargaKecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara itu diduga telah dianiaya oknum Polres Bener Meriah hingga akhirnya tewas.

Korban menghembuskan napas terakhir dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat (3/12/2021)

Saifullah meninggal dunia setelah mengalami koma yang diduga berat akibat dianiaya oleh seorang oknum Polres Bener Meriah.

Baca juga: Kisah Cinta Mahasiswi Mojokerto dan Oknum Polisi, 2 Kali Hamil & Aborsi hingga Berujung Tewasnya NW

Awalnya, Ia dirawat di RSUD Muyang Kute Bener Meriah, lalu terpaksa harus dirujuk ke RSUDZA untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Kasus ini sendiri terkuak saat istri Saifullah berinisial NL membuat laporan ke SPKT Polda Aceh pada Jumat (3/12/2021).

Dalam laporannya dengan nomor Nomor : LP/B/ 260 / XII /2021/SPKT/POLDA ACEH, NL melaporkan bahwa suaminya Saifullah awalnya ditangkap Sat Reskrim Polres Bener Meriah atas kasus dugaan penadahan.

Ia ditangkap oleh Satreskrim Polres Bener Meriah di SPBU Diski KM 16 Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada 22 November 2021.

NL juga mengakui, suaminya ditangkap karena dugaan kasus penadahan di SPBU itu.

Baca juga: Sosok Bripda Randy, Oknum Polisi Kekasih Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah, Terancam Dipecat

Pada saat dilakukan penangkapan, seorang saksi mengatakan pada pelapor (NL), bahwa korban dipukuli di depan anaknya dan kemudian langsung dibawa.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved