Senin, 1 Juni 2026

corona varian baru

RS Panti Wilasa dr. Cipto Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Ganjar meminta semua rumah sakit di Jawa Tengah siaga dengan lonjakan kasus Covid-19 dan varian omicron.

Tayang:
Editor: cecep burdansyah
Humas Wali Kota Semarang
“Alhamdulillah tadi malam sudah turun Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Kota Semarang masih masuk di level 1 tapi catatannya kita harus segera menggerakkan RT dan RW untuk kembali mengingatkan dan mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan,” tutur Hendi, sapaan akrab wali kota Semarang di kantornya, Selasa (08/02/2022). 

Dokter Dea menambahkan, pada masyarakat yang sudah mulai melonggarkan protokol kesehatan karena menurunnya angka kasus virus corona, untuk mengetatkan lagi penggunaan masker medis, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi bepergian bila tidak terlalu penting.

Baca juga: Komandan Lapangan MotoGP Mandalika Hadi Tjahjanto: Saya Kaget dan Merasa Senang

Tak Banyak Aturan yang Berubah

Di sisi lain, Kota Semarang naik PPKM level 2 dari sebelumnya berada pada level 1.

Kenaikan level sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang kemduian ditindaklanjuti dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2022.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, tidak banyak peraturan yang berubah pada perwal yang baru.

Pasalnya, saat Kota Semarang berada pada PPKM Level 1, Pemerintah Kota Semarang telah memodifikasi dengan memperketat aturan.

"Minggu yang lalu kami sudah melakukan modifikasi terkait dengan penerapan PPKM level 1 tapi berasa level 2," ujar Hendi, sapaannya, Kamis (17/2).

Hendi merinci, tempat hiburan sudah diturunkan jam operasional hingga pukul 23.00. Operasional pelaku usaha misalnya toko kelontong, laundry, bengkel, dan lainnya juga sudah diturunkan hingga pukul 22.00. Begitu pula operasional pedagang kaki lima (PKL) hingga pukul 22.00.

"Kalau yang sekarang ini perubahannya hanya pada mal, supermarket, yang tadinya jam 22.00 kami turunkam jam 21.00. Kalau kafe, restoran, dan lainnya masih sama seperti peraturan-peraturan yang lalu," ujarnya.

Hendi menjelaskan, kenaikan level Kota Semarang dipengaruhi beberapa indikator. Saat ini, angka Covid-19 di Kota Semarang mencapai 780 kasus. Warga Semarang sebanyak 573 kasus, sedangkan 127 lainnya merupakan warga luar kota.

Dari sisi angka kematian, hingga saat ini ada 18 orang yang dirawat karena Covid-19 meninggal dunia. Enam diantaranya dari luar kota. Sedangkan, 12 pasien merupakan warga Semarang.
Skenario Penanganan Delta

Sementara itu, segala upaya masih dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, guna menurunkan angka Covid 19 di Jateng.

Salah satunya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan menerepkan penanganan covid 19, seperti saat menangani varian delta tahun lalu.

Ganjar meminta semua rumah sakit di Jawa Tengah siaga dengan lonjakan kasus Covid-19 dan varian omicron. Skenario-skenario harus disiapkan olehnya.

Hal itu disampaikan Ganjar saat mengecek tempat isolasi terpusat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan kesiapan RSUD Tugurejo Semarang, Rabu (16/2).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved