Gempa di Sumatera Barat

Cerita Pengungsi Gempa Sumbar: Kepala Robek Tertimpa Reruntuhan Rumah

Yusar, seorang pengungsi terdampak gempa bumi Pasaman Barat, menderita luka-luka di kepala

Editor: Erik S
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Suasana pengungsian di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat pasca gempa bumi magnitudo 6,1, Jumat (25/2/2022) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, PASAMAN BARAT- Seorang pengungsi terdampak gempa bumi Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, Yusar masih menderita sakit di bagian kepalanya.

Kepala pria 57 tahun ini harus dipasang perban.

Pasalnya, akibat gempa bumi pada hari Jumat (25/2/2022) pagi, rumahnya rubuh

Reruntuhan rumah itu menimpa bagian atas kepala Yusar.

Baca juga: Korban Jiwa Gempabumi M 6.1 Sumbar Jadi 11, Kepala BNPB: Tim Gabungan Fokus Cari 4 Orang Hilang

"Saat itu kepala saya mengeluarkan darah, dan kemudian berusaha dilap dengan kain oleh keluarga," kata Yusar menceritakan kisahnya di lokasi pengungsian, Minggu (27/2/2022).

Sesaat setelah kepalanya terluka, penglihatan Yusar gelap.

Ia antara sadar dan tidak sadar saat itu.

Kemudian, ia dibawa ke Puskesmas Kajai menerima perawatan.

Yusar menuturkan, kepalanya robek sekira 15 cm.

Hingga hari Minggu (27/2/2022) ia masih merasakan sakit luka robek itu.

Baca juga: BNPB: Lumpur Bergerak Pascagempabumi Pasaman Bukan Likuefaksi

"Pihak medis di area posko pengungsian mengatakan, malam ini luka robek di kepala saya akan dibersihkan kembali," katanya.

Pasca gempa Jumat (25/2/2022 pagi itu, ia hanya tahu bahwa rumahnya sudah hancur, bangunannya rubuh, dan ia belum kembali ke rumah hingga kini.

Yusar mengatakan bahwa ia adalah salah seorang warga yang tinggal di nagari persiapan Timbo Abu, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat.

Sudah dua malam ia mengungsi di samping Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat bersama keluarganya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Padang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved